Abstrak
Penerapan Model Gabungan Volatilitas dan Markov Switching untuk Deteksi Dini Krisis Mata Uang di Korea Selatan
Oleh :
Maghfironia Arma - M0721042 - Fak. MIPA
Korea Selatan mengalami krisis mata uang yang parah pada tahun 1997-
1998 dan 2008, yang secara signifikan mengganggu stabilitas sektor keuangan dan perekonomian nasional. Krisis ini ditandai dengan depresiasi mata uang yang tajam,
arus keluar modal yang besar, dan penurunan cadangan devisa. Krisis ini menyoroti
urgensi sistem peringatan dini untuk mengantisipasi krisis serupa di masa depan.
Studi ini bertujuan melakukan deteksi krisis menggunakan model gabungan
volatilitas dan Markov Switching, berdasarkan tiga indikator makroekonomi
terpilih yang memiliki nilai Noise-to-Signal Ratio (NSR) terendah. Semakin kecil
nilai NSR, semakin baik indikator tersebut dalam mendeteksi krisis. Indikator yang
terpilih adalah M1, M2 per cadangan devisa, dan nilai tukar perdagangan yang
merupakan data sekunder bulanan periode Januari 1990 sampai dengan Desember
2024. Setiap indikator dimodelkan secara univariat, karena uji kausalitas Granger
tidak menunjukkan hubungan kausalitas. Model terbaik yang terbentuk untuk
indikator M1 dan M2 per cadangan devisa adalah MS-GARMACH(2,1,1),
sedangkan untuk indikator nilai tukar perdagangan adalah MS-GARCH(2,1,1).
Hasil deteksi dini menunjukkan bahwa Korea Selatan diperkirakan tidak
mengalami krisis mata uang di tahun 2025 berdasarkan indikator M1, M2 per
cadangan devisa, dan nilai tukar perdagangan.