Air lindi yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mojorejo, Sukoharjo, berpotensi mencemari air tanah dan menimbulkan risiko terhadap </span>lingkungan serta kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi </span>dan memetakan sebaran air lindi menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi</span> Wenner-Schlumberger. Akuisisi data dilakukan pada empat lintasan, </span>masing-masing sepanjang 300 meter dengan spasi elektroda 20 meter. Data diolah </span>dengan RES2DINV (pemodelan 2D) dan Rockworks (pemodelan 3D) untuk </span>visualisasi resistivitas bawah permukaan.</span></p> Hasil interpretasi menunjukkan nilai resistivitas rendah (< 3 xss=removed>kedalaman 10 hingga 51 meter, yang mengindikasikan keberadaan air lindi, </span>terutama di sekitar zona pembuangan aktif. Untuk mendukung data geofisika, </span>dilakukan uji kualitas air sumur warga sekitar TPA. Hasil menunjukan beberapa </span>sumur memiliki resistivitas rendah, pH asam, dan nilai konduktivitas tinggi, sesuai </span>karakteristik air lindi. Kandungan logam berat seperti besi (Fe) dan tembaga (Cu) </span>juga terdeteksi.</span></p> Penerapan metode geolistrik ini terbukti efektif dalam mengidentifikasi area yang terkontaminasi lindi, dan dapat menjadi dasar dalam strategi mitigasi </span>pencemaran air tanah serta pengolahan lingkungan yang berkelanjutan.</span></p>