Abstrak


Pengaruh Serbuk Kayu sebagai Subtitusi Agregat Halus dan Abu Sekam Padi sebagai Subtitusi Semen terhadap Berat Volume dan Kuat Tekan pada Beton Ramah Lingkungan


Oleh :
Ikhsan Nur Kurniawan - V4222040 - Sekolah Vokasi

Perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia mendorong kebutuhan material konstruksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Beton sebagai bahan utama konstruksi masih menggunakan agregat halus dan semen dalam jumlah besar yang berpotensi merusak lingkungan, seperti menipisnya sumber daya alam serta peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂). Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan limbah serbuk kayu dan abu sekam padi sebagai substitusi sebagian agregat halus dan semen dalam campuran beton. Serbuk kayu digunakan dengan kadar tetap sebesar 2,5% pengganti agregat halus, sementara abu sekam padi diterapkan dalam lima variasi substitusi terhadap semen, yaitu variasi 1: 0%, variasi 2: 6%, variasi 3: 9%, variasi 4: 12%, dan variasi 5: 15%. Benda uji berbentuk silinder beton dibuat berdasarkan standar SNI 7656:2012. Pengujian dilakukan untuk mengukur berat volume dan kuat tekan beton pada umur 14 dan 28 hari guna mengevaluasi pengaruh variasi substitusi terhadap sifat mekanik beton selama masa perawatan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan serbuk kayu dan abu sekam padi menurunkan berat volume beton pada kedua umur uji. Penurunan berat volume optimal terjadi pada variasi V4 dengan nilai 2128 kg/m³ pada umur 14 hari dan variasi V3 dengan nilai 1973 kg/m³ pada umur 28 hari, dibandingkan beton normal masing-masing 2225 kg/m³ dan 2258 kg/m³. Sedangkan kuat tekan terbaik dicapai pada variasi V4 sebesar 6,32 MPa pada umur 14 hari dan variasi V5 sebesar 7,46 MPa pada umur 28 hari. Meskipun substitusi cenderung menurunkan kuat tekan dibandingkan beton tanpa substitusi, beberapa komposisi memberikan hasil yang masih optimal.Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan limbah serbuk kayu dan abu sekam padi sebagai bahan substitusi berpotensi mendukung pembangunan beton berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan.