Abstrak
Efek Pemberian Propolis terhadap C-Reactive Protein/ Albumin Ratio dan Lactate/ Albumin Ratio pada Pasien Sepsis
Oleh :
Aryanda Widya T S - S982108001 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang: Sepsis merupakan kondisi disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat respons host yang disregulasi terhadap infeksi, dengan mortalitas yang masih tinggi. Biomarker prognostik baru seperti C-Reactive Protein/Albumin Ratio (CAR) dan Lactate/Albumin Ratio (LAR) dilaporkan lebih akurat dalam menilai luaran pasien sepsis dibanding parameter tunggal. Propolis diketahui memiliki efek imunomodulator dan antioksidan sehingga berpotensi sebagai terapi adjuvan.Tujuan: Mengetahui efek pemberian propolis terhadap perubahan nilai CAR dan LAR pada pasien sepsis.Metode: Penelitian ini merupakan double-blind randomized controlled trial yang dilakukan di IGD, HCU, dan ICU RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada Juni–Agustus 2025. Sebanyak 50 pasien sepsis dibagi acak menjadi kelompok intervensi (propolis 500 mg per oral setiap 12 jam selama 7 hari) dan kelompok kontrol (placebo). Parameter hsCRP, laktat, albumin, CAR, dan LAR diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis dilakukan dengan uji parametrik/non-parametrik sesuai distribusi data, serta analisis multivariat regresi linier berganda untuk mengontrol faktor perancu.Hasil: Pemberian propolis menurunkan nilai CAR secara signifikan dari 3,20 ± 1,83 menjadi 1,69 ± 1,06 (p < 0 xss=removed xss=removed>
Kesimpulan: Pemberian propolis sebagai terapi adjuvan pada pasien sepsis terbukti menurunkan nilai CAR dan LAR, yang berimplikasi pada perbaikan prognosis. Propolis berpotensi menjadi terapi komplementer dalam tatalaksana sepsis, meski penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan observasi jangka panjang diperlukan.