Abstrak


Evaluasi ketersediaan hara makro N, P dan K tanah sawah irigasi teknis dan tadah hujan di kawasan industri Kabupaten Karanganyar


Oleh :
Pramuda Sakti - H.0204012 - Fak. Pertanian

RINGKASAN Penelitian ini bertujuan mengetahui status ketersediaan hara makro primer N, P, dan K dan pola pengelolaan pada tanah sawah irigasi teknis dan tadah hujan pada kawasan industri. Penelitian bersifat deskriptif eksploratif melalui survai lapang dan pengambilan sampel. Pengambilan sampel tanah untuk penentuan Satuan Peta Tanah dengan metode grid sedangkan untuk pengambilan sampel tanah dan air dengan metode purposive sampling. Wawancara dilakukan melalui kuesioner pada petani atau kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan hara N, P dan K secara umum tergolong rendah berdasarkan pengharkatan Badan Penelitian Tanah (2005). Persamaan regresi N total tanah = 0,356 + 0,622 pH tanah; K tersedia tanah = 3,42 – 0,978 Ordo Tanah; dan P tersedia tanah = 0,133 + 0,733 pH Tanah. Ketersediaan hara tanah sawah irigasi teknis lebih tinggi daripada sawah tadah hujan. Kandungan Cr tanah dan air irigasi masih di bawah ambang batas menandakan limbah pabrik yang masuk ke sawah relatif sedikit dan berpengaruh tidak nyata terhadap ketersediaan hara N, P, dan K. Rekomendasi pengelolaan tanah sawah untuk meningkatkan ketersediaan hara antara lain pengembalian jerami ke tanah sawah, memasukkan pupuk N sedalam 15 – 20 cm agar masuk ke lapisan reduksi, pemupukan P dilakukan bersama-sama dengan pupuk organik, saluran inlet dan outlet irigasi hendaknya diletakkan pada satu sisi atau digabungkan dengan penambahan pipa ‘U’ agar pelindian dapat dikurangi, dan rotasi tanaman pada sawah tadah hujan adalah padi-padi-jagung untuk meningkatkan ketersediaan K tanah. Usulan pemupukan pada SPT I : 50 kg/ha Urea, 40 kg/ha SP 36 dan 90 kg/ha KCl; SPT II : 80 kg/ha Urea, 50 kg/ha SP 36 dan 85 kg/ha KCl; SPT III : 200 kg/ha Urea, 53 kg/ha SP 36 dan 110 kg/ha KCl; SPT IV : 250 kg/ha Urea, 50 kg/ha SP 36 dan 105 kg/ha KCl; SPT V : 30 kg/ha Urea, 47 kg/ha SP 36 dan 110 kg/ha KCl dan SPT VI : 150 kg/ha Urea, 53 kg/ha SP 36 dan 105 kg/ha KCl. Kata kunci : N, P, K, irigasi teknis, tadah hujan, industri SUMMARY This research aims to know the availibility status of primary macro nutrient (N, P, and K) and soil management of paddy soil with technical and rainfed irrigation in industrial area. This research is descriptive eksploratif by soil survey and sampling. Soil Map Unit was determined by put soil sample with grid method. Soil and water was put by purposive sampling method. Interview was done with farmers or group of farmers by kuesioner. The result of research show the availability of nutrient N, P and K was in low pursuant to standing of Soil Research Institute (2005). Total N regression = 0,356 + 0,622 pH; Available K soil = 3,42 - 0,978 Ordo; and Available P soil = 0,133 + 0,733 pH. The availibility status of primary macro nutrient (N, P, and K) of paddy soil with technical irrigation was higher than rainfed irrigation. Status of Cr in soil and water irrigation still under boundary sill designate the factory waste which into the paddy soil relative low and have not signification to availibility of primary macro nutrient (N, P, and K). Soil management recommendation to increasing availability nutrient by return paddy hay to soil, put N fertilizer 15 – 20 cm under soil layer so can enter to reduction layer, put P fertilizer together with organic fertilizer, channel of inlet and outlet irrigation shall be placed at one side or coupled with add a 'U' pipe for reduce leaching, and plant rotation on rainfed paddy soil is paddy-paddy-corn to increase availability of K soil. Fertilizer recommendation of SMU I : 50 kg/ha Urea, 40 kg/ha SP 36 and 90 kg/ha KCL; SMU II : 80 kg/ha Urea, 50 kg/ha SP 36 and 85 kg/ha KCL; SMU III : 200 kg/ha Urea, 53 kg/ha SP 36 and 110 kg/ha KCL; SMU IV : 250 kg/ha Urea, 50 kg/ha SP 36 and 105 kg/ha KCL; SMU V : 30 kg /ha Urea, 47 kg/ha SP 36 and 110 kg/ha KCL and SMU VI : 150 kg/ha Urea, 53 kg/ha SP 36 and 105 kg/ha KCL. Key word : N, P, K, technical irrigation, rainfed irrigation, industrial