Abstrak


Peranan laboratorium forensik POLRI dalam pemeriksaan barang bukti guna kepentingan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan psikotropika


Oleh :
Vera Anna Yunita - E.0006244 - Fak. Hukum

Abstrak Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan Laboratorium Forensik POLRI dalam pemeriksaan barang bukti guna kepentingan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan psikotropika dan apa hambatan Laboratorium Forensik POLRI dalam pemeriksaan barang bukti guna kepentingan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan psikotropika. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris atau nondoktrinal bersifat deskriptif, menggambarkan peranan dan hambatan Laboratorium Forensik POLRI dalam pemeriksaan barang bukti guna kepentingan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan psikotropika, metode pendekatan adalah pendekatan kualitatif, jenis data adalah data primer dan data sekunder, sumber data adalah sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik pengumpulan data adalah data primer dan data sekunder, teknik analisis data kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data, mengkualifikasikan, kemudian menghubungkan teori yang berhubungan dengan masalah dan akhirnnya menarik kesimpulan untuk menentukan hasil, sehingga pada akhirnya dapat diketahui peranan dan hambatan Laboratorium Forensik POLRI dalam pemeriksaan barang bukti guna kepentingan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan psikotropika. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa peranan Laboratorium Forensik POLRI dalam pemeriksaan barang bukti guna kepentingan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan psikotropika sebagai tempat pemeriksaan barang bukti di laboratorium dan pemeriksaan barang bukti secara Teknis Kriminalistik di TKP. Hambatan Laboratorium Forensik POLRI dalam pemeriksaan barang bukti guna kepentingan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan psikotropika yaitu apabila alat instrument Laboratorium Forensik Polri mengalami gangguan atau kerusakan serta barang bukti yang dikirim penyidik terlalu sedikit atau rusak, karena pemeriksaan dilakukan secara bertahap. ABSTRACT The research aims to find out how the role of POLRI’s forensic laboratory in examining the evidence for the sake of psychotropic abuse criminal action investigation is and what obstacle the POLRI’s forensic laboratory encounters in examining the evidence for the sake of psychotropic abuse criminal action investigation. This study belongs to an empirical or non-doctrinal law research that is descriptive in nature, describing the role and obstacle of POLRI’s forensic laboratory in examining the evidence for the sake of psychotropic abuse criminal action investigation; the approach employed was the qualitative one. The type of data used was primary and secondary data; the data sources were primary and secondary data. Technique of analyzing data used was qualitative data analysis, that is, to collect the data, to qualify them, and then connecting the theories relevant to the problem and finally drawing conclusion to determine the result, so that it can be finally found the role and obstacle of POLRI’s forensic laboratory in examining the evidence for the sake of psychotropic abuse criminal action investigation. Considering the result of research and discussion, it can be concluded that the role of POLRI’s forensic laboratory in examining the evidence for the sake of psychotropic abuse criminal action investigation is as the place of examining the evidence in laboratory and examining the evidence in Criminalistic technique in the occurrence place (TKP). The obstacle of POLRI’s forensic laboratory in examining the evidence for the sake of psychotropic abuse criminal action investigation is when the instrument of Polri’s Forensic laboratory is in disorder or damage as well as the evidence the investigator send is too little in number or damaged, because the examination is done gradually.