Abstrak


Analisis perlindungan hukum hak tersangka dan potensi pelanggarannya pada penyidikan perkara pidana


Oleh :
Agus Sri Mujiyono - E.0003061 - Fak. Hukum

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum hak tersangka dan potensi pelanggarannya pada penyidikan perkara pidana. Tujuan diberikannya perlindungan hukum bagi tersangka adalah untuk menghormati hak asasi tersangka, menjamin kepastian hukum serta menghindari perlakuan sewenang-wenang dan tidak wajar bagi tersangka. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif bersifat deskriptif. Lokasi penelitian di perpustakaan fakultas hukum dan perpustakaan pusat Universitas Sebelas Maret, dan Cyber Media. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data sekunder yang digunakan mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui studi kepustakaan, baik berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen, dan pengumpulan data dari Cyber Media, dan sebagainya. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan model interaktif. Berdasarkan pembahasan penelitian ini, diperoleh hasil bahwa perlindungan hukum hak tersangka pada penyidikan perkara pidana dapat terwujud dengan baik apabila ada keterlibatan dari aparat penegak hukum, yaitu polisi, jaksa, hakim, pengacara dan pemerintah sebagai pemegang kekuasaan (stake holder) untuk menegakkan hukum dengan sungguh-sungguh serta masyarakat sebagai pelaku kontrol sosial untuk mengurangi potensi pelanggaran hukum yang dapat terjadi pada tahap penyidikan perkara pidana. Seorang tersangka patut diduga tidak bersalah (presumption of innounce) sebelum ada bukti yang lengkap yang menunjukkan kesalahannya. Walaupun ada tuduhan awal sebagai pelaku tindak pidana tersangka harus mendapatkan haknya tanpa kecuali dan perbedaaan, sesuai dengan tujuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara pidana, yaitu memberi perlindungan hak asasi kepada setiap individu sesuai dengan asas persamaan dan kedudukan di dalam hukum. Implikasi teoritis penelitian ini adalah adanya konsep pelaksanaan perlindungan hukum hak tersangka yang mengedepankan asas persamaan di depan hukum dan asas praduga tak bersalah. Adapun implikasi praktisnya adalah hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan bagi aparat penegak hukum agar dalam setiap penegakan hukum menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan menghindari cara-cara kekerasan dalam mengungkap suatu kasus hukum untuk menentukan seorang tersangkanya. ABSTRACT This research aims to find out the legal protection of the right of the accused and the violation potential in the criminal case investigation. The objective of legal protection administration to the accused is to respect the basic right of the accused, to ensure the law certainty as well as to avoid the arbitrary and unfair treatment to the accused. This study belongs to a normative research that is descriptive in nature. The research was taken place in the library of law faculty and the central library of Sebelas Maret University, and Cyber Media. The data type employed was secondary one. The secondary data source includes primary, secondary and tertiary law materials. Technique of collecting data employed was literary research, consisting of books, law and ordinances, documents, and data collection from Cyber Media, and etc. The data analysis employed was the qualitative one with interactive model. Based on the discussion of research, it can be found that the legal protection for the right of the accused in the criminal case investigation can be realized well if there is participation from the law enforcers such as police, public prosecutor, judge, lawyer and government as the stakeholder for enforcing the law seriously as well as the society as the social controller for mitigating the law violation potentials that can occur in the criminal case investigation. Meanwhile the accused is reasonable to be considered as innocent (presumption of innocence) before the presence of complete evidence indicating his/her fault. Although there is prior accusation as the criminal actor, the accused should get all of his/her right without exception and discrimination, corresponding to the objective of Act Number 8 of 1981 about the Criminal Code about giving the human right protection to every individual consistent with the principle of equality and position before the law. The theoretical implication of research is the presence of concept of law protection over the right of the accused setting forth the equality principle before the law and the presumption of innocence principle. The practical implication of research result can be used as a reference for the law enforcers to enforce the law by upholding highly the human beings’ dignity and prestige and avoiding the violence in uncovering a law case for determine the accused.