Abstrak


Analisis kualitas anyaman berbahan enceng gondok untuk mengembangkan desain kursi rotan berorientasi ekspor pada sentra industri mebel rotan di Kabupaten Sukoharjo


Oleh :
Novi Satria Listantoro - F.0205117 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Abstrak Persaingan global di industri mebel semakin ketat. Secara global Indonesia masih berada pada posisi 15 di jajaran negara pengekspor mebel dengan kecenderungan peningkatan volume ekspor yang rendah dengan rata-rata pertumbuhan tahun 2003 – 2005 sebesar 7%. Pada tahun 2004 Indonesia mengalami penurunan ekspor kursi rotan ke Jepang sebesar 17% dari total 95% dan pada tahun 2005 turun lagi sebesar 20%. Dalam menghadapi situasi krisis perekonomian global dan persaingan industri mebel, produsen harus menciptakan nilai tambah dan mengkonsentrasikan diri tidak hanya pada segmen pasar yang peka harga melainkan pada segmen pasar yang lebih tinggi kelasnya dan membuat lebih banyak mebel dengan rancangan khusus. Salah satu unsur yang diyakini mampu meningkatkan daya saing dan memperbesar jumlah permintaan produk mebel ekspor adalah inovasi pada kualitas desain produk. Peneliti melakukan penelitian di sentra industri mebel rotan di Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo terdapat 119 importir mebel rotan yang tersebar di berbagai negara. 119 importir tersebut kemudian ditetapkan sebagai populasi. Hasil dari pengumpulan data kuesioner diperoleh sebanyak 12 responden pembeli mebel rotan yang berasal dari luar negeri yang dipilih secara non probability sampling. Penelitian ini untuk mengetahui 1) Atribut - atribut apa saja yang diperlukan oleh pengusaha mebel rotan untuk meningkatkan kualitas desain produk kursi rotan beranyam enceng gondok, 2) Bagaimana urutan kepentingan kebutuhan konsumen luar negeri dari atribut - atribut peningkatan kualitas desain produk kursi rotan beranyam enceng gondok, 3) Karakteristik teknis apa yang pengusaha perlukan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas anyaman enceng gondok. Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa untuk mencapai kualitas desain produk yang baik, harus dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan dari buyer. Diawali dengan mencari permasalahan, yaitu keinginan dan kebutuhan untuk kepuasan buyer menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Penelitian ini telah berhasil mengambil beberapa kesimpulan, Hasil mean dimensi kualitas desain anyaman enceng gondok tingkat kepentingan (Tke) diketahui bahwa dimensi ketahanan memiliki nilai mean yang paling tinggi (4,43). Analisa dimensi kualitas desain anyaman enceng gondok tingkat kinerja, diperoleh hasil bahwa dimensi keindahan dan finishing merupakan dimensi yang kinerjanya dinilai tertinggi oleh responden (4,13). Hasil normalisasi CRS dapat diketahui terdapat 5 nilai prosentase yaitu: 3,3%,4,08%, 4,35%, 5,4%, dan 6,7%. Atribut yang paling perlu dipertimbangkan perusahaan sebagai technical requirement untuk meningkatkan kualitas anyaman enceng gondok yaitu penggunaan warna kursi yang awet dan glizze (washed) dengan nilai 15,6 %. Analisa sinergi atau konflik antar TR menghasilkan dua jenis hubungan strong positive (skor +9) ada 7 hubungan dan positive (skor +3) ada 6 hubungan. ABSTRACT The global competition of furniture industry is getting tight from time after time. Globally, Indonesia had been at fifteenth among furniture’s exporter countries with low increase of export volume by 7 percent on an average in 2003 – 2005. Indonesia declined 7 percent of rattan’s chair export to Japan from 95 percent totally in 2004 and it declined again in the amount of 20 percent for 2005. To face the global economics crisis and furniture’s industry competition, the furniture’s producers have to create an additional value and being concentrate not only on the price sensitive market segment but also on the higher market segment. They have to make more furniture with special designs too. Inovation of product design quality is one of elements who believed can increase competitive power and export demand of furniture’s products. This research has used rattan’s furniture industries in Sukoharjo. According to the data from Dinas Perindustrian dan Perdagangan in Sukoharjo, there were 119 rattan’s furniture importer who spread in several countries and it had determined as the population of this research. The result of quiz collected data got 12 respondents of rattan’s furniture buyers who come from abroad that had been chosen with non probability sampling. The aims of this reseach is 1) to find out what attributes that needed by rattan’s furniture industrialist for increasing design quality of rattan’s chair products with plaited water hyacintch’s ; 2) How the importance order of consumers abroad needed from improvement design quality attributes of rattan’s chair products with plaited water hyacinth’s ; 3) What kind of characteristics that industrialist needed to support the improvement plaited water hyacinth’s quality. Based on that explanation, we can condude that to raise up a good design quality, the producers have to meet buyer’s desire and their necessity. Start from looking up the problem which is buyer’s desire and necessity to fulfill buyer’s satisfied uses quality function deployment (QFD) method. This research succeeded in getting some conclusion that design quality dimensions of plaited water hyacinth’s in the form of importance order had known that tenacity dimension has the highest mean value (4,43). The design quality dimension of plaited water hyacinth’s analysis in the form of work order had gotten that beauty dimension and finishing dimension are the highest work dimension who had marked by respondent (4,13). Normalitation outcome of CRS had known that there are 5 values percentage which is 3,3% ; 4,08% ; 4,35% ; 5,4% ; and 6,7%. The attribute that most needed to consider by company as technical requirement to increase flaited water hyacinth’s quality is utilizing of chair’s colour durable and glizze (washed) which is 15,6%. Sinergy analysis or conflict analysis between TR had produced two relationship. They were strong positive relationship (skor + 9) that has 7 relationship and (skor + 3) that has 6 relationship.