;

Abstrak


Pengaruh susu fortifikasi besi dan zink terhadap ingatan jangka pendek anak usia 7-9 tahun di sekolah dasar Surakarta


Oleh :
Hari Wahyu Nugroho - S5906001 - Pascasarjana

Latar belakang: Kekurangan mikronutrien akibat gizi kurang pada anak-anak masih banyak terjadi di negara berkembang. Kekurangan besi dan zink merupakan kekurangan mikronutrien yang sering terjadi secara umum. Kekurangan dua jenis mikronutrien ini banyak menyebabkan banyak kelainan, diantaranya gangguan fungsi kognitif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efek pemberian suplementasi besi dan zink terhadap ingatan jangka pendek pada anak gizi kurang usia 7-9 tahun di Surakarta. Metoda: Penelitian uji klinis, acak, kasus-kontrol dilakukan pada 220 anak, 114 anak masuk ke dalam kelompok besi dan zink yang mendapat susu yang mengandung iron pyrophosphate (12,15 mg) and zinc sulfate (4,4 mg), 106 dimasukkan ke dalam kelompok kontrol. Ingatan jangka pendek diukur dengan menggunakan digit span backward test dalam Wechsler Intelligence Scales III. Analisa statistik menggunakan SPSS versi 16.0. Hasil: Rata-rata digit span backward score pada kelompok besi dan zink saat awal penelitian adalah 2,4 (SD ± 1,2), dan pada kelompok kontrol adalah 3,0 (SD ± 1,8). Setelah pemberian suplementasi, rata-rata digit span backward score pada kelompok besi dan zink naik menjadi 3,8 (SD ± 1.3) dan pada kelompok kontrol naik menjadi 3,2 (SD ± 1.1). Terdapat peningkatan sebesar 1,4 poin digit span backward score pada kelompok besi dan zink dibandingkan 0,2 poin pada kelompok kontrol (p = 0,000). Simpulan: Susu fortifikasi besi dan zink dapat meningkatkan ingatan jangka pendek/working memory. Kata Kunci: besi dan zink, gizi kurang, ingatan jangka pendek