Abstrak


Perencanaan pembangunan ekonomi daerah Kabupaten Karanganyar berbasis komoditi tanaman bahan makanan (pendekatan tipologi klassen)


Oleh :
Nur Chasanah - H.0305028 - Fak. Pertanian

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi komoditi tanaman bahan makanan di Kabupaten Karanganyar dengan pendekatan Tipologi Klassen serta mengetahui strategi pengembangan komoditi tanaman bahan makanan dalam kerangka perencanaan pembangunan ekonomi daerah di Kabupaten Karanganyar dengan periode waktu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Daerah penelitian diambil secara sengaja (purposive) di Kabupaten Karanganyar. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara melakukan wawancara kepada dinas atau instansi terkait yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar tentang kondisi teknis yaitu on farm (budidaya), off farm (pengolahan produk), dan pemasaran dari komoditi tanaman bahan makanan di Kabupaten Karanganyar. Data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karanganyar ADHK 2000 tahun 2004-2007, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Tengah ADHK 2000 tahun 2004-2007, Karanganyar Dalam Angka 2008, Jawa Tengah Dalam Angka 2008, jumlah produksi dan harga komoditi tanaman bahan makanan dari tahun 2004-2007 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karanganyar, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Karanganyar, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Karanganyar. Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan Tipologi Klassen menunjukkan bahwa klasifikasi komoditi tanaman bahan makanan di Kabupaten Karanganyar terbagi menjadi empat komoditi yaitu komoditi prima, komoditi potensial, komoditi berkembang dan komoditi terbelakang. Komoditi prima terdiri dari padi, jagung dan pisang. Komoditi potensial terdiri dari ubi kayu dan kacang tanah. Untuk komoditi berkembang terdiri dari mangga, durian, wortel, bawang merah, rambutan, nangka/cempedak, melinjo, jamur, bawang daun, kedelai, duku/langsat, bawang putih, kubis, petsai/sawi, cabe besar, petai, sawo, buncis, jeruk siam/keprok, tomat, kembang kol, pepaya, salak, melon, cabe rawit, kacang panjang, ketimun, jambu biji, semangka, sukun, sirsak, manggis, terung, kentang, jambu air, jeruk besar, kangkung, labu siam, bayam. Sedangkan komoditi terbelakang terdiri dari ubi jalar, alpukat, strawberry, belimbing, nanas, dan kacang merah. Strategi pengembangan komoditi tanaman bahan makanan di Kabupaten Karanganyar terdiri dari strategi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Strategi pengembangan jangka pendek terdiri dari dua macam strategi yaitu strategi untuk memanfaatkan komoditi prima secara optimal yaitu tetap mempertahankan laju pertumbuhannya yang cepat dan besarnya kontribusi dari komoditi prima dengan upaya stabilisasi harga, perluasan pemasaran, peningkatan kerja sama antara petani dengan pihak swasta, meningkatkan peran kelompok tani dan strategi mengembangkan komoditi potensial menjadi komoditi prima yaitu meningkatkan laju pertumbuhan komoditi potensial dengan upaya pengaplikasian teknik tumpang sari pada ubi kayu dan kacang tanah, diversifikasi pangan olahan ubi kayu dan penggunaan benih unggul kacang tanah. Strategi pengembangan jangka menengah terdiri tiga macam strategi, yaitu: strategi pertama untuk mengembangkan komoditi potensial menjadi komoditi prima yaitu meningkatkan laju pertumbuhan komoditi potensial dengan upaya peningkatan kualitas SDM petani, pemotongan saluran pemasaran yang terlalu panjang dan strategi kedua untuk mengembangkan komoditi berkembang menjadi komoditi potensial yaitu meningkatkan kontribusi komoditi berkembang dilakukan dengan upaya pengembangan kawasan sentra agribisnis, Good Agriculture Practice (GAP)/praktek budidaya pertanian yang baik, pemanfaatan lahan sempit dengan penerapan teknologi, meningkatkan kerja sama dengan lembaga keuangan sedangkan strategi ketiga dengan mengembangkan komoditi terbelakang menjadi komoditi berkembang yaitu meningkatkan laju pertumbuhan komoditi terbelakang dengan melakukan upaya pengembangan agroindustri, peningkatan produktivitas komoditi alpukat dan kacang merah. Pada strategi pengembangan jangka panjang terdiri dari dua macam strategi, yaitu: strategi mengembangkan komoditi terbelakang menjadi komoditi berkembang yaitu meningkatkan laju pertumbuhan komoditi terbelakang dengan upaya penyediaan benih bermutu pada kacang merah, perlindungan tanaman (ubi jalar, alpukat, strawberry, dan belimbing) dan strategi mempertahankan agar komoditi prima tetap menjadi komoditi prima dengan tetap mempertahankan laju pertumbuhannya yang cepat dan besarnya kontribusi dari komoditi prima dengan melakukan upaya mengurangi adanya alih fungsi lahan pada lahan subur, penelitian mengenai peningkatan mutu benih/bibit, memperbaiki dan menjaga kesuburan tanah, pengembangan alat-alat pertanian yang lebih modern, pelestarian hutan. Dengan dasar strategi pengembangan komoditi tanaman diatas maka dapat digunakan sebagai perencanaan pembangunan ekonomi daerah di Kabupaten Karanganyar baik dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. ABSTRACT This research aims to know the crop foodstuff classification in Karanganyar Regency by Typology Klassen Approach and to know the developing strategies of foodstuff crop commodity in the economic development planning of Karanganyar Regency in short, middle, and long run. The basic method applied in this research is descriptive. The research area namely Karanganyar Regency is determined (purposive). The data are primary and secondary. The primary data is collected through direct interview to Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan of Karanganyar Regency about on farm, of farm and marketing (technical condition) of foodstuff crop commodity in Karanganyar Regency. The secondary data consist of Gross Regional Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Price in Karanganyar Regency during 2004-2007, Gross Regional Domestic Product by Industrial Origin at Constant 2000 Market Price in Central Java Province during 2004-2007, Karanganyar in Numeral 2008, Central Java in Numeral 2008, the total production and price of foodstuff crop commodity during 2003-2007 are collected from Statistic Indonesia of Karanganyar Regency, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) of Karanganyar Regency, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan of Karanganyar Regency, Dinas Peternakan dan Perikanan of Karanganyar Regency, and also Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM of Karanganyar Regency. The result of the research indicates that the classification of the foodstuff crop commodity in Karanganyar Regency is divided by Klassen Typology Approach in four groups of commodity, which are prime commodity, potential commodity, rise commodity and backward commodity. The prime commodity comprises rice, corn and banana. The potential commodity comprises cassava and peanut. The rise commodity comprises mango, durian, carrot, onion, rambutan, jackfruit, melinjo, mushroom, leaf onion, soybean, duku/ langsat, garlic, cabbage, petsai/mustard green, big chilli, petai, chicoo, stringbean, orange siam/keprok, tomato, cauliflower, papaya, barkin, melon, chili, cucumber, guava, water melon, breadfruit, sirsak, mangosteen, eggplant, potato, orange, kangkung, pumpkin siam, spinach, while backward commodity comprises sweet potato, avocado, strawberry, starfruit, pineapple, and red bean. The developing strategy of foodstuff crop commodity in Karanganyar Regency consist of the strategies in short run, middle run and long run. The development strategy in short run contains optimalizing the prime commodity usage which are defends its growth and its contribution with price stabilizing, marketing expansion, increasing farmer-private cooperation, escalating the role of farmer group, and also the strategy for developing potential commodity become prime commodity within increasing the growth rate of potential commodity by “tumpang sari” applied in casava and peanut, the food diversification of casava and the superior peanut seed usage. The development strategy in middle run contains the strategy for developing potential commodity become prime commodity within increasing the farmer quality, cutting the long way of marketing channel, and the second is strategy for developing rise commodity become potential commodity, within increasing the contribution of rise commodity by developing central of agribusiness area, applying Good Agriculture Practice, restrict field utilization by technology adjustment, and developing cooperation with finance institution, while the last is strategy for developing backward commodity become rise commodity, within increasing the growth rate of backward commodity by escalating agroindustry and productivity of avocado and red bean. The development strategy in long run contains the strategy for developing backward commodity become rise commodity within increasing the growth rate of backward commodity by providing the superior red bean seed, plants protection (sweet potato, avocado, strawberry and starfruit) and strategy for keeping the prime commodity existence within maintaining its growth and its contribution by declining disfunction fertile field, continuing the seed quality enhanced research, repairing and maintaining fertile soil, developing sophiscated agricultural equipments and forest preservation. The developing strategy of foodstuff crop commodity can be applied to achieve the economic development planning in Karanganyar Regency in short run, middle run and long run.