Abstrak


Novel sang pemimpi karya Andrea Hirata (tinjauan struktural dan nilai pendidikan)


Oleh :
Tanti Meirawati - X1206060 - Fak. KIP

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata; (2) mendeskripsikan hubungan antarunsur dalam membangun keindahan novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata; dan (3) mendeskripsikan nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif. Sumber data primer adalah novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata, cetakan kedelapan belas, Maret 2008, Jakarta. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir (flow model of analysis). Simpulan dari penelitian ini, yaitu (1) Novel Sang Pemimpi memiliki struktur lengkap, terdiri dari tema, alur. penokohan, sudut pandang, dan latar. Tema novel Sang Pemimpi adalah perjuangan dan kegigihan dalam meraih impian untuk memiliki pengetahuan yang tinggi. Alur novel Sang Pemimpi adalah alur campuran, yaitu kronologis dan flash back. Penokohan novel Sang Pemimpi ada dua: (a) tokoh utama yang protagonis, yakni Ikal; (b) tokoh utama tambahan protagonis, yakni Arai, Jimbron, Pak Balia, Ibu Ikal, Ayah Ikal, Pak Mustar, Ibu Muslimah, Nurmala, A Kiun, Nurmi, Mei mei, Deborah Wong, Pak Cik Basman, Taikong Hanim, Capo, Bang Zaitun, Pendeta Geovanny, Nyonya Lam Nyet Pho, Mak cik, dan Laksmi. Sudut pandang dalam novel Sang Pemimpi adalah sudut pandang orang pertama (akuan). Latar tempat terjadi di daerah Belitong Sumatera Selatan. Latar waktu terjadi antara tahun 1988 sampai tahun 2000. Latar sosial berupa masyarakat yang religius dan moral yang dijunjung tinggi; (2) Hubungan antarunsur novel Sang Pemimpi dalam membangun keindahan ada empat unsur: tema, penokohan, latar, dan alur. Tema dapat mudah dipahami oleh pembaca melalui sudut pandang. Pengarang mengunakan sudut pandang sebagai orang pertama yang banyak mengetahui peristiwa-peristiwa tokoh lain. Sudut pandang orang pertama menggunakan kata “aku” oleh pengarang digunakan dalam kalimat langsung dan tidak langsung sehingga membangun novel tersebut merupakan bentuk keseluruhan antara unsur-unsur yang satu dengan yang lain saling terkait dan menjalin kesatuan yang mendukung totalitas makna; (3) Nilai pendidikan dalam novel Sang Pemimpi, yaitu: (a) nilai pendidikan sosial, yakni tentang hubungan sosial yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, (b) nilai pendidikan moral, dapat diketahui melalui perilaku tokoh yang saling tolong-menolong, (c) nilai pendidikan religius, tentang rasa tanggung jawab seorang anak dan manusia tidak boleh putus asa, melainkan harus menjalani kehidupan dengan perjuangan, dan (d) nilai pendidikan estetika mengenai gaya kepengarangan Andrea yang memiliki ciri-ciri khusus, antara lain penggunaan gaya bahasa, memasukkan pengetahuan yang dimiliki, dan menggunakan teknik penulisan yang jarang digunakan pengarang lain, tetapi mudah dipahami pembaca.