Abstrak


Hubungan Tingkat Pendidikan Formal dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pap Smear di Dukuh Bulusari Bulusulur Wonogiri


Oleh :
Rosmita Nuzuliana - R.0105036 - Fak. Kedokteran

ABSTRAK Pap smear merupakan alat penapis yang efektif untuk deteksi dini kanker serviks dan displasia sehingga dapat menurunkan mortalitas kanker serviks di negara maju. Tetapi di Indonesia dan negara berkembang lainnya, program pap smear sebagai upaya skrining sulit dilaksanakan ke semua lapisan masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan tentang kesehatan pada sebagian besar masyarakat khususnya tentang kanker serviks. Perubahan perilaku dan pengetahuan di Indonesia dipengaruhi oleh tingkat pendidikan masyarakat itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan formal dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di Dukuh Bulusari Bulusulur Wonogiri Metode yang digunakan penulis adalah observasional analitik dan dilakukan dengan cara cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probabilty sampling dengan teknik random stratifikasi. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner berbentuk dichotomos choice. Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan formal dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di dukuh Bulusari Bulusulur Wonogiri, teknik analisis yang digunakan adalah spearman’s rank pada tingkat kepercayaan 95% dan diolah dengan program SPSS versi 12.0. Distribusi tingkat pendidikan formal ibu di Dukuh Bulusari Bulusulur Wonogiri tersebar merata. Pengetahuan ibu tentang pap smear mayoritas dalam kategori baik yaitu sebanyak 44 responden (53%). Hasil analisis hubungan tingkat pendidikan formal dengan pengetahuan tentang pap smear diperoleh nilai Rho +0,616 dan nilai signifikansi p= 0,000 yang berarti nilainya p< 0,05 dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan formal dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di dukuh Bulusari Bulusulur Wonogiri. Semakin tinggi tingkat pendidikan formal ibu, semakin baik pula pengetahuan ibu tentang pap smear.