Abstrak


Proses produksi asinan timun jepang di perusahaan Agrindo Boga Santika Dukuh Tombol, Desa Dalangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah


Oleh :
Linda Safitri - H3107067 - Fak. Pertanian

ABSTRAK Timun merupakan produk hortikultura yang mudah rusak, sehingga perlu diawetkan untuk menambah umur simpannya. Cara pengawetan yang biasa dilakukan yaitu dengan menggunakan larutan garam dalam bentuk asinan. Proses pembuatan asinan timun tersebut meliputi : sortasi, pembelahan, penimbangan, penghilangan biji, penggaraman I, penggaraman II, penyeleksian dan pengepakan. Produk akhir yang dihasilkan berupa asinan timun karimori yang mempunyai kadar garam 23%, daging buahnya berwarna hijau kekuningan dengan tekstur kenyal dan asinan timun white melon dengan kadar garam 23%, daging buahnya berwarna kuning keemasan dengan terstur yang lebih kenyal daripada asinan timun karimori. Asinan timun ini kurang digemari di Indonesia, oleh karena itu sasaran pemasarannya lebih ditekankan diluar negeri seperti Jepang. Melihat prospek tersebut, maka kami memilih Perusahaan Agrindo Boga Santika sebagai tempat magang untuk lebih mengetahui proses produksi asinan timun hingga dapat menembus pasar internasional. Pelaksanaan magang di Perusahaan Agrindo Boga Santikan ini dilakukan pada tanggal 1 Februari 2010 – 27 Februari 2010. Metode yang digunakan selama pelaksanaan magang yaitu metode pengumpulan data secara langsung dan pengumpulan data secara tidak langsung. Cucumber is a horticultural product which is easy to be damaged. Therefore it needs to be preserved to extend the saving time. The common way to preserve is by using saline solution in the form of pickled. The making process of the pickled cucumber includes: sorting, fission, weighing, seed elimination, salting I, salting II, selection and packing. The final product which is produced is karimori pickled cucumber which has salinity about 23 %; the color of the pulp is yellowish green with chewy texture. Then, white melon pickled cucumber with the salinity about 23 %; the color of the pulp is golden yellow with more chewy texture than karimori pickled cucumber. The pickled cucumber is less favorable in Indonesia; therefore the target market is more targeted abroad like Japan. Looking at this prospect, we chose Agrindo Boga Santika Company to be the job training place to obtain more about the production process of pickled cucumber so that it can breakthrough international market. The job training in Agrindo Boga Santika Company was conducted on February 1- February 27 2010. The methods of data collection which were used during the job training were data collection directly and indirectly.