Abstrak


Risiko riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal terhadap kejadian kanker payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta


Oleh :
Helmy Apreliasari - R.1108037 - Fak. Kedokteran

ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit kanker merupakan penyebab kematian ke–5 di Indonesia. Kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker payudara. Sudah lebih dari 30 tahun kanker payudara menjadi suatu penyakit yang paling ditakuti oleh wanita. Insiden kanker di Indonesia masih belum diketahui secara pasti karena belum ada registrasi kanker berbasis populasi yang dilaksanakan. Estimasi insidens kanker payudara di Indonesia sebesar 26 per 100.000 perempuan dan kanker leher rahim sebesar 16 per 100.000 perempuan. Penyebab utama penyakit kanker payudara sampai saat ini terjadinya kanker payudara diduga akibat interaksi yang rumit dari banyak faktor seperti faktor genetika, lingkungan dan hormonal yaitu kadar hormon estrogen dalam tubuh yang berlebihan. Terjadinya pemaparan estrogen dapat disebabkan oleh penggunaan kontrasepsi hormonal yang mengandung kombinasi hormon yaitu estrogen dan progesteron. Tujuan Penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya risiko riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal terhadap kejadian kanker payudara. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan mengambil subyek penelitian kelompok pasien wanita pasangan usia subur yang menderita kanker payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Analisa data menggunakan odd ratio Mantell dan Hennszel serta regresi logistik untuk mengetahui faktor yang paliang perpengaruh pada kanker payudara. Hasil penelelitin: responden yang positif kanker payudara mayoritas berumur 36-50 tahun. Nilai odd ratio 2,199 menunjukkan penggunaaan KB Hormonol menaikkan risiko kanker payudara sebanyak 2,199 kali. P > 0,05 menunjukkan KB hormonal secara statistik tidak signifikan terhadap peningkatan kanker payudara. Hasil regresi logistik menunjukkan responden dengan keluarga yang ada riwayat kanker payudara mempunyai risiko 3,959 lebih besar terkena kanker payudara dari pada responden yang keluarganya tidak mempunyai riwayat kanker payudara. Lama pemakaian KB hormonal dengan perbedaan odd ratio sebesar 0,877. Kesimpulan: Akseptor KB hormonal berisiko 2,199 kali lebih besar terkena kanker payudara. KB hormononal bukan faktor peningkat risiko kanker payudara yang signifikan. Riwayat keluarga lebih berpengaruh menaikkan risiko kanker payudara daripada lama penggunaan kontrasepsi. Kata kunci: kanker payudara, KB hormonal, case control