Abstrak


Simbol-simbol sosial kebudayaan jawa, hindu dan islam yang direpresentasikan dalam artefak masjid agung Surakarta ( studi semiotika komunikasi tentang simbol-simbol sosial kebudayaan jawa, hindu dan islam yang direpresentasikan dalam artefak masjid agung


Oleh :
Machrus - S.2203003 - Pascasarjana

Penelitian ini adalah sebuah penelitian dengan pendekatan semiotika komunikasi sebagai pisau analisisnya. Pendekatan atau metode semiotika komunikasi ini bertujuan untuk memproduksi tanda-tanda baru dari tanda-tanda artefak Masjid Agung Surakarta. Tanda-tanda artefak Masjid Agung Surakarta ini meliputi bentuk bangunan, mihrab, mimbar, dan gapura Masjid Agung Surakata. Metode semiotika yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode semiotika dari pragmatisme Charles Sanders Peirce, seorang tokoh filsafat dan matematika dari Amerika Serikat. Konsep penting dari semiotika ini adalah apa yang di sebut konsep trikotomi yaitu sign, referent, dan interpretant. Aliran ini secara terperinci mempersoalkan sifat dan hakekat tanda ( sign ) dalam kaitan dengan keseluruhan realitas sebagai permasalahan teori pengetahuan atau epistemologi. Produksi tanda atau sebagai proses semiosis dalam penelitian ini didasarkan atas lima formula dasar semiosis yang meliputi : intertekstualitas, intersubjek tivitas dan struktur tanda dan tanda lain. Sumber data artefak diperoleh dari dokumen, teks , dalam bentuk arsip, naskah, literatur, buku, majalah, koran, situs internet. Penelitian ini menghasilkan produksi tanda tentang bangunan Masjid Agung Surakarata, tataran pertama beracuan bangunan fisik Masjid Agung Surakarta, tataran kedua beracuan tentang rukun iman, tataran ketiga beracuan tentang tingkat-tingkat pencapaian dalam keagamaan agama Hindu, tataran keempat beracuan tentang konsep Masjid Tajuk Lawakan Lambang Teplok, tataran kelima beracuan tentang konsep bangunan gunungan dan tataran keenam beracuan tentang rumah Tuhan. Mihrab pada tataran pertama beracuan gambar fisik mihrab Masjid Agung Surakarta, tataran kedua beracuan tempat imam memimpin sholat, tataran ketiga beracuan pemimpin atau khalifah, tataran keempat beracuan nabi MUHAMMAD SAW, tataran kelima beracuan kehadiran Tuhan di dunia, tataran keenam beracuan pemimpin berdoa dalam agama Hindu. Mimbar pada tataran pertama beracuan gambar fisik mimbar Masjid Agung Surakarta, tataran kedua beracuan tempat khatib menyampaikan khatbah, tataran ketiga beracuan singgasana raja, tataran keempat beracuan sabda sultan/raja, tataran kelima beracuan khalifah sebagai pengganti nabi MUHAMMAD SAW di muka bumi. Gapura pada tataran pertama beracuan gambar fisik gapura Masjid Agung Surakarta, tataran kedua beracuan konsep gapura Candi Bentar, tataran ketiga beracuan ibadah shalat. Kata kunci : semiotika komunikasi tentang bangunan, mihrab dan mimbar Masjid Agung Surakarta.