Abstrak


Identifikasi proses produksi dan costing Pada produk glas coffee table di Cv. Salute furniture Sukoharjo


Oleh :
Eppo Warih Raharjo - F.3505025 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Dalam era global seperti sekarang ini banyak terjadi persaingan di dunia bisnis salah satunya di bidang furniture. CV. Salute Furniture adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang furniture yang mengolah bahan baku kayu jenis jati, mahoni, dan agathis menjadi berbagai macam produk furniture seperti indoor furniture (meja, kursi, buffet, almari, dan lain-lain), handycraft (asbak, tempat tisu, tempat koran, dan lain-lain), juga ascecories furniture (tempat sampah, meja rias, meja komputer, dan lain-lain). Dalam proses produksinya perusahaan memerlukan sebuah perencanaan, karena dengan perencanaan yang matang akan membantu jalannya proses produksi terutama dalam pencapaian efektifitas waktu. Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk menjelaskan bagaimana proses produksi salah satu produk CV. Salute Furniture yaitu glass coffee table, serta menghitung waktu pengerjaannya dan biaya produksinya. Untuk identifikasi waktu pengerjaan, penulis menggunakan diagram network. Sedangkan untuk identifikasi biaya produksi, penulis menggunakan bill of materials. Kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis yaitu : proses produksi produk glass coffee table pada CV. Salute Furniture melalui 3 departemen, (departemen pembahanan, departemen processing, dan departemen finishing). Terdapat 4 jalur dalam pembuatan glass coffee table yang memiliki total waktu 720 menit atau 12 jam. Dalam jalur tersebut terdapat satu jalur kritis yitu jalur: A, B, C, D, H, I, J, K, L, M, N yang memiliki waktu 620 menit atau 10 jam lebih 20 menit. Untuk biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi glass coffee table sebesar Rp. 240.000,00 yang terinci atas: pembelian bahan, upah TKL, beban listrik, fitting, finishing, serta pembelian kaca. Saran yang dapat diberikan kepada CV. Salute Furniture sebagai masukan untuk kedepannya antara lain : Manajer perusahaan hendaknya memperhatikan jalur kritis, karena jalur kritis memiliki waktu pengerjaan yang paling lama sehingga dapat memperlambat proses produksi. Perusahaan juga harus lebih mengoptimalkan biaya proses produksi yang digunakan oleh tenaga kerja, agar tenaga kerja dapat lebih memanfaatkan waktu kerjanya sehingga tingkat produktivitas yang tinggi akan dapat dicapai oleh perusahaan. Kata kunci : Proses Produksi dan Costing