Abstrak


Komunikasi Antar Budaya Dalam Film “Gran Torino” Studi Semiotik Komunikasi Antar Budaya Amerika Dan Suku Hmong Dalam Film “Gran Torino”


Oleh :
Anintia Triandini - D.1208518 - Fak. ISIP

Multikulturalisme merupakan salah satu isu global yang tidak pernah ada akhirnya. Menjadi poin penting adalah bagaimana komunikasi yang terjadi dengan latar belakang budaya yang berbeda tersebut. Kebanyakan dalam komunikasi antar budaya ini pada awalnya terjadi kesalahpahaman, yang akhirnya menimbulkan konflik. Kesalahpahaman ini tentu diakibatkan karena adanya perbedaan baik secara pola pikir, sikap maupun nilai. Isu-isu sosial dalam masyarakat seperti inilah yang ditangkap oleh media sebagai wacana yang perlu untuk disosialisasikan. Penyampaian mengenai isu sosial dalam masyarakat ini salah satunya dapat disampaikan melalui media film, yang biasanya berangkat dari sebuah fenomena yang terjadi di sekitar kita. Film Gran Torino merupakan salah satu contoh film yang mengetengahkan persoalan komunikasi antar budaya yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, yang menjadikan penulis tertarik untuk mengkajinya lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam apakah tanda-tanda yang digunakan untuk mempresentasikan komunikasi antar budaya yang terjadi dalam film Gran Torino. Dengan mengetahui dan memahami tanda-tanda yang menunjukkan adanya perbedaan latar belakang budaya, baik yang bersifat terbuka maupun terselubung, diharapkan kita dapat mempelajari bagaimana berkomunikasi yang baik dengan partisipan yang berbeda latar belakang budaya. Penelitian termasuk studi deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisa Semiotika. Dari sejumlah pola semiotika yang ada, penulis menggunakan semiotika milik Roland Barthes. Dalam penelitian semiotika Barthes ini, penulis melakukan analisa data dengan melakukan pembedahan isi film baik secara verbal maupun non verbal melalui signifikasi dua tahap dengan mencari makna denotasi dan konotasi. Tentunya dengan disertai teori pendukung untuk menambah nilai makna yang dimaksud. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa di dalam suatu lingkungan yang berbeda latar belakang budaya, tidak akan tercipta komunikasi yang efektif dan harmonis apabila tidak disertai pendekatan untuk mau saling memahami dan menghormati masing-masing budaya sehingga dapat menimbulkan konflik karena adanya kesalahpahaman. Namun komunikasi antar budaya dapat pula tercipta secara baik apabila partisipan mau untuk saling terbuka dan melakukan pendekatan yang tepat.