Abstrak


Persepsi Wartawan Media Cetak & Public Relations Officer Terhadap Pemberian Uang Transportasi (Studi Kasus Tentang Persepsi Wartawan Media Cetak Dan Public Relations Officer (PRO) Terhadap Pemberian Uang Transportasi Sebagai Bentuk Media Relations di PT


Oleh :
Siti Aminah - D.0206099 - Fak. ISIP

Persepsi merupakan inti dari komunikasi, sedangkan penafsiran adalah inti dari persepsi itu. Persepsi manusia terhadap seseorang, objek atau kejadian atau reaksi mereka terhadap suatu hal didasarkan pada pengalaman masa lalu mereka berkaitan dengan orang, objek atau kejadian serupa. Ketidak adanya pengalaman terdahulu dalam menghadapi suatu objek akan membuat seseorang menafsirkan objek tersebut hanya berdasarkan dugaan semata atau pengalaman yang mirip. Oleh karena itu penelitian ini akan mengkaji secara mendalam tentang “Persepsi Wartawan Media Cetak dan PRO Terhadap pemberian Uang Transportasi” Melalui penelitian ini Akan dibuktikan sejauh mana praktek pemberian uang transportasi berkembang, latar belakang pemberiannya oleh PR, latar belakan sikap wartawan untuk menolak atau menerima uang transportasi dan bagaimana pengaruh pemberian uang tersebut baik untuk PR maupun wartawan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan strategi penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam (indepth interview) dan Sumber data yang digunakan adalah PR PT. Coca-Cola dan Wartawan yang berhubungan dengan PT. Coca-Cola. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yaitu melaui reduksi data, sajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas data yang diperoleh maka digunakan trianggulasi data menurut sumber. Berdasarkan hasil penelitian, Persepsi wartawan media cetak dan PRO tentang uang transportasi memang bermacam-macam baik menerima atau menolak pemberian tersebut ditinjau dari motifasi, emosi dan ekspektasi informan. Bagi PR PT Coca-Cola dan wartawan yang menerima menganggap pemberian tersebut hanya sebagai bentuk ucapan terimakasih, tetapi bagi wartawan yang menolak menganngap pemberian tersebut adalah sebagai langkah agar beritanya dimuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa praktek pemberian uang transportasi sudah menjadi tradisi yang dianggap biasa oleh wartawan maupun praktisi PR. Wartawan menyikapi pemberian tersebut tentunya berdasarkan alasan, diantaranya kesejahteraan dari perusahaan, kejelasan peraturan dari perusahaan dan sejauh mana pemberian itu membawa pengaruh pada proses peliputan. Semua dikembalikan pada pribadi masing-masing sejauh mana mampu menjaga profesionalismenya dalam bekerja.