Abstrak


Analisis kinerja dan keberpihakan Apbd untuk rakyat (studi kasus di kota Madiun tahun 2004-2008)


Oleh :
Nurharibnu Wibisono - S4306013 - Pascasarjana

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja keuangan pemerintah kota Madiun dengan menggunakan analisis rasio dan mengkaji proporsionalitas alokasi APBD pada sektor-sektor yang menjadi prioritas pembangunan daerah kota Madiun untuk rakyat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus di kota madiun tahun 2004-2008. Kemandirian keuangan daerah kota Madiun termasuk kategori sangat kurang karena di bawah 10%. Efektifitas dan efisiensi kinerja keuangan pemerintah kota Madiun adalah baik atau positif. Rasio pertumbuhan total pendapatan daerah dan rasio pertumbuhan PAD kota Madiun adalah positif dan menunjukkan trend kenaikan. Peningkatan PAD kota Madiun dari tahun 2004 - 2008 tidak berarti positif, karena hanya mampu menutup belanja daerah hanya 6,88%.Penyumbang PAD dari jenis retribusi daerah terbesar adalah retribusi kesehatan dan retribusi pasar di mana pembayar terbesarnya kaum menengah ke bawah. Pemerintah kota Madiun dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah sudah mendasarkan pada RPJP dan RPJM baik nasional, Jawa Timur, maupun kota Madiun serta target MDG’s. Namun demikian, terdapat ketidakkonsistenan dalam perumusan misi, prioritas pembangunan daerah, arah kebijakan umum belanja daerah dan program kerja. Indikator-indikator kinerja juga kurang nampak secara jelas.Alokasi urusan pendidikan tahun 2004 – 2008 sudah melampaui syarat minimal alokasi anggaran 20% yang disyaratkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Rasio belanja tidak langsung (BL) terhadap belanja tidak langsung (BTL) pemerintah kota Madiun tahun 2004 - 2008 adalah 64,99% : 34,26%. Kecenderungan BTL naik setiap tahunnya dan BL menurun setiap tahunnya. Padahal dalam unsur belanja langsung masih terdapat belanja pegawai sehingga proporsi alokasi belanja untuk rakyat semakin kecil. Pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan tahun 2004 – 2008 di kota Madiun mengalami peningkatan kualitas melebihi rata-rata kabupaten/kota di Jawa Timur. Program Jamkesmasda telah mencakup 17% dari total penduduk kota Madiun, semua penduduk miskin telah terkacup. Tarjet pengentasan kemiskinan di kota Madiun tidak mencapai tarjet di lihat dari jumlah penduduk miskin. Namun jumlah penduduk miskin kota Madiun masih relatif rendah daripada di Jawa Timur. Masyarakat kota Madiun mengalami peningkatan dalam hal IPM (indeks harapan hidup, indeks pendidikan, indeks daya beli) pertahunnya yang melebihi rata-rata IPM Jawa Timur.