Abstrak


Proses Pembelajaran IPS Terpadu dan Upaya Pengembangannya di Sekolah Menengah Pertama ( Studi Kasus SMP Negeri 5 Boyolali )


Oleh :
Rusmini - S820209008 - Pascasarjana

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji: 1) Proses pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Boyolali, 2) Hambatan dalam pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Boyolali, 3) Upaya pengembangan dalam pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 5 Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa; 1) Proses pembelajaran IPS Terpadu belum dilaksanakan sesuai KTSP 2006, 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi antara lain a) perpaduan antar materi kurang baik karena IPS Terpadu dipegang oleh beberapa guru dengan disiplinnya masing-masing, b) pemahaman terhadap standar isi masih kurang sehingga penyampaian dalam proses pembelajaran lebih banyak berdasarkan buku teks, c) sosialisasi tentang KTSP 2006 sudah dipahami tetapi implementasinya dalam pembelajaran masih kurang, d) penyusunan RPP dan indikator masih terpaku pada contoh yang sudah ada, e) struktur program tidak seimbang antara waktu dan keluasan materi, f) strategi pembelajaran yang kurang tepat karena menekankan pada konteks hafalan, sehingga cenderung menilai pada kognitif rendah, g) sarana pembelajaran masih minim, h) kualifikasi guru tidak semua memiliki latar belakang IPS, 3) Usaha- usaha yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut anatara lain ; a) dilihat dari aspek guru, dapat dibuat team teaching atau dikembangkan menjadi guru tunggal disebabkan pembelajaran IPS dengan seorang guru tunggal merupakan hal yang ideal, b) sosialisasi dan pelatihan yang intesnif dari MGMP untuk memahami standar isi, c) sosialisasi KTSP 2006 di tingkat sekolah, d) IHT( In House Training)penyusunan RPP dan indikator di tingkat sekolah, e) penambahan jumlah jam mengajar IPS dari 4 jam menjadi 5 jam per Minggu, f) sosialisasi strategi pembelajaran oleh sekolah, yang mengarah pada penilaian tingkat tinggi, g) penambahan alat dan media pembelajaran.