Abstrak


Pemboikotan Film Amerika oleh PAPFIAS Dalam Rangka Propaganda Politik “Kepribadian Nasional” Tahun 1964


Oleh :
Dwi Aris Subakti - C0500022 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, bersifat deskriptif analitis, yang berusaha mendeskripsikan serta menganalisa tentang Pemboikotan film Amerika oleh PAPFIAS pada tahun 1964. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Peta pemikiran kebudayaan sebelum berlangsungnya aksi boikot, (2) Latar belakang terbentuknya PAPFIAS, (3) Jalannya aksi boikot film AS, (4) Pengaruh PAPFIAS terhadap kehidupan politik dan perfilman.

Penelitian ini merupakan penelitian sejarah sehingga metode yang digunakan adalah metode Historis dengan empat tahapan, yaitu; heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Dalam penelitian ini digunakan kerangka teori Propaganda Politik. Teori ini dipakai karena pada masa demokrasi terpimpin, Soekarno dengan didukung oleh PKI menggunakan propaganda politik kepribadian nasional untuk melawan kebudayaan asing. Perlawanan terhadap kebudayaan asing tidak lepas dari kepentingan politik luar negeri Soekarno yang konfrontatif. Kepentingan ini dimanfaatkan dengan baik oleh PKI agar kepentingan Soekarno satu arah dengan kepentingan PKI, sehingga hubungan di antara keduanya semakin baik.

Berdasarkan penelitian ini diketahui aksi boikot film imperialis Amerika Serikat oleh PAPFIAS adalah hasil dari propaganda politik kepribadian nasional. Aksi boikot PAPFIAS merupakan bentuk perjuangan politik dalam konfrontasi Malaysia di bidang kebudayaan. Aksi boikot film Amerika oleh PAPFIAS dilandasi adanya dominasi film Amerika yang merugikan perfilman nasional, merugikan ekonomi Indonesia dan menyebarkan kepribadian yang buruk. Aksi boikot film PAPFIAS mencapai keberhasilan dengan dibubarkannya AMPAI. Aksi juga mencatat sukses dengan terselenggaranya Mubes PAPFIAS seluruh Indonesia yang menghasilkan kebijakan umum perfilman. Kebijakan umum perfilman kemudian disahkan pemerintah menjadi kebijakan umum perfilman.