Abstrak


Faktor Faktor yang Mempengaruhi Peternak dalam Adopsi Inovasi Pengolahan Kotoran Sapi Menjadi Energi Biogas di Desa Cepogo Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali


Oleh :
Supriyanto - D.0305064 - Fak. ISIP

Latarbelakang penelitian ini adalah inovasi pengolahan kotoran sapi menjadi energi biogas yang belum diadopsi sepenuhnya oleh peternak sapi yang ada di Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Padahal selain mampu mengurangi pencemaran bau yang ditimbulkan dari kotoran sapi, inovasi ini juga mampu menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan untuk energi alternatif untuk memasak dan penerangan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi peternak dalam adopsi inovasi pengolahan kotoran sapi menjadi energi biogas. Secara teoritis hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal yaitu; faktor penerima. Dan faktor eksternal yaitu; faktor sistem sosial dan faktor ciri-ciri inovasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali pada bulan Agustus sampai Oktober 2010 dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Responden yang diambil adalah peternak sapi yang tergabung dalam paguyuban ”Karya Ngudi Makmur”. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara serta observasi lapangan dan dokumentasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan peternak dalam adopsi inovasi pengolahan kotoran sapi menjadi energi biogas tersebut dianalisis menggunakan model analisis regresi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa variabel penerima (X1), variabel sistem sosial (X2), dan variabel ciri-ciri inovasi (X3) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel keputusan inovasi (Y) sebesar R2 x 100% = 84,6% dan sisanya 15,4% ditentukan oleh variabel lain. kemudian mengenai naik turunnya atau besarnya keputusan inovasi dapat diprediksi melalui persamaan regresi Ŷ = 0,585 + 0,152X1 + 0,219X2 + 0,706X3. Dari hasil penelitian ini juga dapat ditarik beberapa sub kesimpulan sebagai berikut; (1). Pengaruh langsung variabel penerima (X1) terhadap keputusan inovasi (Y) tidak signifikan, yaitu hanya sebesar 2,31%; (2). Pengaruh langsung variabel sistem sosial (X2) terhadap keputusan inovasi (Y) juga tidak signifikan, yaitu hanya sebesar 4,79%. (3). Pengaruh signifikan hanya ditunjukkan oleh variabel ciri-ciri inovasi (X3), yaitu sebesar 49,84%. Kata kunci : Biogas, keputusan inovasi, faktor penerima, faktor sistem sosial dan faktor ciri-ciri inovasi