;

Abstrak


Hubungan Antara Motivasi dan Tingkat Pengetahuan Akseptor dengan Pemilihan Kontrasepsi Tubektomi (Studi di Klinik Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Klaten)


Oleh :
Sunarti - S540809027 - Sekolah Pascasarjana

Latar belakang: Badan Pusat Statistik mencatat penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 237.556.363. laju pertumbuhan penduduk nasional pada tahun 2010 tercatat sebesar 1,49 %. Paradigma baru program KB nasional tahun 2015 adalah keluarga berkualitas. Banyak metode kontrasepsi ditawarkan salah satunya adalah tubektomi. Karena tubektomi dianggap metode KB yang paling efektif. Motivasi dan pengetahuan yang lebih baik akan mampu memahamidiri ibu pada metode kontrasepsi yang mantap. Pemilihan kontrasepsi tubektomi didasarkan pada kemampuannya untuk mencegah kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan tingkat pengetahuan akseptor dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi Metode: Jenis penelitian ini diskriptif dengan studi korelasional dengan pendekatan cross sectional dan observasi. Penelitian melibatkan 80 orang responden akseptor tubektomi di perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Klaten mulai bulan September sampai Oktober 2010. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan sistem komputerisasi SPSS 16 dengan menggunakan program Pearson Corelation untuk mengetahui hubungan dua variabel, sedangkan untuk tiga variabel dengan menggunakan korelasi berganda. Hasil: Motivasi berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi pada taraf signifikan 0,05 diperoleh t hitung sebesar 4,031 > t tabel 1,960. Pengetahuan berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi pada taraf signifikan 0,05 diperoleh t hitung sebesar 6,020 > t tabel 2,000. Dan secara simultan analisa dengan uji F terdapat hubungan antara motivasi dan tingkat pengetahuan dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi. Dengan menggunakan α 0,05 dan tingkat keyakinan sebesar 0,95 diperoleh F hitung sebesar 36,292 dengan p-value 0,000. Kesimpulan: berdasarkan hasil analisa statistik tersebut disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan cukup kuat antara motivasi dan tingkat pengetahuan dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi.