Abstrak


Pengaruh perlakuan masa penyimpanan dan bahan pembungkus entres terhadap pertumbuhan awal bibit jeruk (citrus sp.) secara okulasi


Oleh :
Yusnia Anindiawati - H1107005 - Fak. Pertanian

Jeruk merupakan komoditas buah yang paling menguntungkan diusahakan saat ini. Akan tetapi, produsen dalam negeri belum mampu menghasilkan buah jeruk dengan kualitas yang diiginkan oleh pasar. Sehingga perlu dilakukan upaya perbaikan kualitas bibit jeruk salah satunya dengan okulasi. Okulasi terkadang juga terdapat kendala, yaitu entres yang digunakan harus dalam keadaan segar, tetapi di lapangan sering terjadi penundaan, sehingga perlu dilakukan penyimpanan dengan bahan pembungkus yang tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui masa penyimpanan dan bahan pembungkus yang tepat untuk pertumbuhan bibit jeruk hasil okulasi serta mengetahui interaksi antara masa penyimpanan dan bahan pembungkus terhadap pertumbuhan bibit okulasi. Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai Mei 2011 berdasarkan percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap, diulang tiga kali. Perlakuan terdiri atas dua faktor yaitu masa penyimpanan (0, 1, 2, dan 3 hari) dan bahan pembungkus (aluminium foil, pelepah pisang, dan irisan temulawak), sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Variabel pengamatan meliputi persentase okulasi jadi, waktu pecah tunas, panjang tunas, jumlah daun, serta persentase okulasi tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penyimpanan entres sampai 3 hari dengan bahan pembungkus aluminium foil, pelepah pisang dan irisan temulawak mampu menghasilkan bibit okulasi tumbuh tertinggi mencapai 78%. Bahan pembungkus entres dengan aluminium foil, pelepah pisang dan irisan temulawak tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan awal bibit jeruk secara okulasi serta interaksi antara masa penyimpanan dan bahan pembungkus entres tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas okulasi.