Abstrak


Teknologi ekstraksi dengan metode maserasi dalam etanol 70 % pada daun kumis kucing (orthosiphon stamineus benth) di Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Obat Dan Obat Tradisional (B2P2TO-OT) Tawamangmangu


Oleh :
Intan Wulandari - H.3508004 - Fak. Pertanian

Obat tradisional dan tanaman obat banyak digunakan masyarakat terutama dalam upaya preventif, promotif dan rehabilitatif. Salah satu tanaman yang bermafaat sebagai obat adalah tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth). Kandungan kimia kumis kucing antara lain alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol (Hutapea, 1993). Dalam simplisia daun kumis kucing dapat dijadikan ekstrak, salah satu teknologi ekstraksi yang disunakan adalah dengan menggunakan metode maserasi karena alat dan cara pengerjaan yang digunakan sederhana dan mudah diusahakan, tidak membutuhkan pengawasan yang intensif. Cairan pelarut dalam pembuatan ekstrak adalah Etanol 70%. Etanol 70% adalah campuran dua bahan pelarut yaitu air dengan kadar etanol 70%. Etanol tidak menyebabkan pembengkakan pada membran sel dan memperbaiki stabilitas bahan obat terlarut, dan sangat efektif menghasilkan bahan aktif yang optimal, bahan simplisia yang ikut tersari dalam cairan penyari hanya sedikit, sehingga zat aktif yang tersari akan lebih banyak. Pada praktikum kali ini dilakukan tiga kali pengulangan dan didapatkan rata-rata yaitu 12,73%.