Abstrak


Pelanggaran Prinsip Kesantunan dalam Film Warkop Dki Maju Kena Mundur Kena: Sebuah Tinjauan Pragmatik


Oleh :
Tanjung Tyas Ning Putri - C.0204063 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) bagaimana bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang terdapat pada film Warkop DKI Maju Kena Mundur Kena? dan (2) bagaimana implikatur dari pelanggaran prinsip kesantunan dalam film Warkop DKI Maju Kena Mundur Kena?. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang terdapat pada film Warkop DKI Maju Kena Mundur Kena dan (2) mendeskripsikan implikatur dari pelanggaran prinsip kesantunan dalam film Warkop DKI Maju Kena Mundur Kena. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini adalah tuturan-tuturan yang mengandung pelanggaran atas prinsip kesantunan dalam film Warkop DKI yang berjudul Maju Kena Mundur Kena dan sumber datanya berupa film Warkop DKI yang berjudul Maju Kena Mundur Kena. Populasi dari penelitian ini adalah keseluruhan tuturan yang mengandung pelanggaran atas prinsip kesantunan dalam film Warkop DKI yang berjudul Maju Kena Mundur Kena, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebagian tututan-tuturan yang mengandung unsur pelanggaran terhadap prinsip kesantunan dalam percakapan pada film Warkop DKI yang berjudul Maju Kena Mundur Kena. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Adapun metode analisisnya menggunakan metode kontekstual heuristik. Simpulan penelitian ini mencakup dua hal. Pertama, ditemukan adanya pelanggaran terhadap prinsip kesantunan dalam film Warkop DKI yang berjudul Maju Kena Mundur Kena. Pelanggaran maksim kesopanan hanya terjadi terhadap lima maksim dari tujuh maksim yang tercakup dalam prinsip ini, yaitu pelanggaran maksim kearifan, pelanggaran maksim kedermawanan, pelanggaran maksim pujian, pelanggaran maksim kesepakatan, dan pelanggaran maksim simpati. Pelanggaran terhadap maksim kerendahan hati dan maksim pertimbangan tidak ditemukan dalam penelitian ini. Kedua, tuturan dalam film Warkop DKI yang berjudul Maju Kena Mundur Kena mengandung beberapa macam implikatur percakapan. Implikatur-implikatur tersebut digunakan antara lain untuk mempermainkan seseorang, mencari perhatian, mengambil keuntungan, menyatakan pilihan, mengejek, menyatakan ketidaksukaan, menyindir, memaksa, mengeluh, dan menolak permintaan.