Abstrak


Efek Antihelmintik Infusa Biji Kedelai Putih (Glycine Max (l) Merril) terhadap Waktu Kematian Cacing Gelang Babi (Ascaris Suum, Goeze) in Vitro


Oleh :
A.D Rahmalia - G.0007184 - Fak. Kedokteran

Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh Infusa Biji Kedelai Putih (Glycine max (L) Merril) terhadap waktu kematian cacing Gelang Babi (Ascaris suum, Goeze) In vitro. Metode Penelitian : Eksperimental kuasi dengan post test only control group design, menggunakan 168 ekor cacing Ascaris suum, Goeze dewasa, dibagi dalam 7 kelompok yaitu: kelompok kontrol negatif menggunakan larutan garam fisiologis NaCl 0,9%, Infusa Biji Kedelai Putih (konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%) serta pirantel pamoat dengan merek dagang Combantrin sebagai kontrol positif. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Cacing direndam dalam larutan uji sebanyak 25 ml, diinkubasi pada suhu 370C. Pengamatan waktu kematian dilakukan tepat setelah perlakuan diberikan, diamati kematian cacing hingga semua cacing dalam satu kelompok mati. Data dianalisis dengan uji one way ANOVA dilanjutkan uji Post Hoc LSD dengan nilai probabilitas (p) <0,05. Hasil Penelitian : Didapatkan perbedaan rerata waktu kematian cacing yang menunjukkan efek antihelmintik pada masing-masing perlakuan. Pada kelompok infusa Biji Kedelai Putih tampak bahwa efek antihelmintik terhadap Ascaris suum, Goeze In vitro meningkat seiring meningkatnya konsentrasi (20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%), terlihat dari semakin cepatnya waktu kematian cacing. Setelah diuji dengan uji one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD, didapatkan perbedaan yang signifikan (p <0,05) dan tidak signifikan (p >0,05) antara waktu kematian cacing pada semua kelompok pada uji Post Hoc LSD. Simpulan Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Infusa Biji Kedelai Putih (Glycine max (L) Merril) memiliki efek antihelmintik untuk mempercepat waktu kematian Ascaris suum, Goeze In vitro walaupun efektivitas antihelmintik Biji Kedelai Putih (Glycine max (L) Merril) (55,31%) masih lebih rendah dibandingkan efektivitas antihelmintik pirantel pamoat (100%). Kata kunci : Antihelmintik, Infusa Biji Kedelai Putih (Glycine max (L) Merril), Saponin, Pirantel Pamoat, Ascaris suum Goeze