Abstrak


Fashion Punk Dan Identitas Remaja (Analisis Semiologi Terhadap Simbol-Simbol Visual Dalam Fashion Komunitas Punk Modis Solo Grand Mall (Sgm) Di Surakarta)


Oleh :
Arum Sutrisni Putri - D0204033 - Fak. ISIP

Skripsi ini melaporkan hasil penelitian dari analisis semiologi terhadap fashion subkultur remaja komunitas punk modis di kawasan Solo Grand Mall (SGM) Surakarta. Fashion komunitas Punk Modis SGM menunjukkan bahwa ada pesan yang ingin disampaikan oleh mereka. Dengan pengamatan terhadap atribut yang disandang mereka, penelitian ini ingin memaknai bagaimana perlawanan dan pemberontakan subkultur remaja direpresentasikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan kajian semiologi komunikasi dan memberikan pengetahuan bahwa komunitas punk modis mempunyai sisi yang unik dan tidak selalu identik dengan kelakuan yang buruk. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan adanya hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain dalam masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi pustaka, dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan metode semiologi melalui tahap penandaan Roland Barthes untuk mengetahui apa saja makna yang terkandung dalam fashion komunitas punk modis SGM di Surakarta terkait dengan makna pemberontakan subkultur remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam fashion komunitas punk modis SGM di Surakarta terdapat makna dan pesan pemberontakan atau perlawanan subkultur remaja terhadap budaya orangtua dan masyarakat dominan atau mainstream. Walaupun pemberontakan tersebut hanya terdapat pada level simbolik saja. Fashion punk modis bermakna: (1)Gaya Rambut: Hitam bermakna kekuatan sedangkan warna menyala bermakna menarik perhatian. Ciri khas yaitu jambul pendek bermakna protes (2)Gaya Riasan: gelap bermakna kehidupan tanpa masa depan (3)Fashion: (a)Kaos: Warna gelap bermakna tak ada harapan akan masa depan, warna menyala bermakna perasaan beda (b)Celana: jeans robek-robek bermakna protes terhadap kondisi masyarakat dominan, model baggy atau pensil bermakna bagaimana melepaskan diri dari kesulitan hidup, dipakai melorot bermakna kemerosotan moral (c)Jaket: jeans lusuh dan kotor dengan coretan bermakna agar mengingat kelakuan buruk diri sendiri, sedangkan jumper cut-up bermakna anarki, agresi, dan frustrasi (d)Boxer: sengaja diperlihatkan bermakna pemberontakan, kemerosotan moral, sikap acuh tak acuh akan norma, nilai, dan tata tertib sosial. (4)Sepatu: kanvas atau sneakers melambangkan jiwa muda, sedangkan boots bermakna perlawanan terhadap represi aparat. (5)Asesoris: (a)Ikat pinggang: bermakna terkekang atau terfragmentasi (b)Gelang: gelang rantai bermakna perbudakan, perlawanan dan pemberontakan, juga bermakna ikatan erat dengan teman satu komunitas (c)Kalung : bermakna pengekangan diri (6)Piercings: bermakna penyiksaan diri dan penderitaan