Abstrak


Efek Ekstrak Daun Ceremai (Phylanthus Acidus [L] Skeels) Terhadap Kematian Larva Anopheles Aconitus In Vitro


Oleh :
Kiki Nirmawati - G.0007093 - Fak. Kedokteran

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek ekstrak daun ceremai (Phylanthus acidus [L] Skeels) terhadap tingkat kematian larva Anopheles aconitus In vitro dan untuk mengetahui konsentrasi mematikan 50% dan 99% larva. Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium menggunakan rancangan post test only with control group design. Subjek penelitian ini adalah larva Anopheles aconitus instar III yang diperoleh dari Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit (BPVRP) Salatiga. Sampel terbagi dalam 6 kelompok perlakuan, yaitu kontrol positif (abate), kontrol negatif, dan kelompok perlakuan dalam larutan ekstrak daun ceremai dalam empat konsentrasi, yaitu 0,45%; 0,60%; 0,75%; dan 0,90%. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam perlakuan dan dicatat jumlah larva yang mati. Hasil penelitian dianalisis dengan regresi linier menggunakan program SPSS 16. Hasil : Nilai R square model sebesar 0,994 menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak merupakan variabel yang sangat baik untuk menjelaskan variabel kematian larva. Dengan uji anova pada analisis regresi didapatkan Fhitung > Ftabel dengan taraf signifikansi 0,00, maka H0 ditolak, atau dengan kata lain terdapat efek larvasida pada ekstrak daun ceremai terhadap larva Anopheles aconitus in vitro. Taraf signifikansi < 0,05 menunjukkan bahwa variabel konsentrasi ekstrak daun ceremai dalam penelitian memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah kematian larva. Hasil analisis probit didapatkan LC50 pada konsentrasi 0,505% dan LC99 pada konsentrasi 1,23%. Simpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun ceremai (Phylanthus acidus [L] Skeels ) memiliki efek larvasida terhadap larva Anopheles aconitus In vitro. Hasil analisis probit didapatkan LC50 didapatkan pada konsentrasi 0,505% dan LC99 diperoleh pada konsentrasi 1,23%.