;

Abstrak


Problem sosial novel bumi manusia karya Pramoedya Ananta Toer (Tinjauan sosiologi sastra dan nilai pendidikan)


Oleh :
Anies Khusnul Varia - S840809004 - Sekolah Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) problem-problem sosial yang menjadi masalah dalam novel, (2) latar belakang sosial historis novel, dan (3) nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian berupa sumber data primer, yaitu novel Bumi Manusia. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah content analysis, yaitu melakukan penafsiran terhadap teks untuk dipahami isinya. Uji validasi data melalui trianggulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang meliputi tiga komponen, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Reduksi data selalu dilakukan, bila simpulan dirasa kurang, maka data kembali dikumpulkan untuk mencari pendukung simpulan yang telah dikembangkan dan juga sebagai usaha pendalaman data. Hasil penelitian meliputi: (1) hasil analisis kajian problem sosial yang menjadi masalah dalam novel meliputi: (a) kemiskinan (b) kejahatan, (c) disorganisasi keluarga, (d) masalah generasi muda dalam masyarakat modern, (e) peperangan antara tentara Belanda dengan penduduk pribumi (f) pelanggaran terhadap norma-norma, dan (g) birokrasi. (2) latar belakang sosial historis novel, dan (3) nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Bumi Manusia adalah (a) nilai vitalitas atau kehidupan sosial, membuktikan bahwa manusia mahluk sosial yang harus saling tolong-menolong dan menghargai antar sesama manusia, dan (b) nilai spiritual yang mencakup: (1) nilai agama yang mengatur penganutnya, bahwa agama adalah dogma bagi penganutnya, dan (2) nilai ajaran hidup tentang kebenaran, kemandirian, dan kepribadian yang baik, dan (3) nilai budaya Jawa mencakup (a) bahasa jawa, (b) orang keramat, roh, dan slametan, (c) perasaan dan unggah-ungguh, (d) kuwalat, (e) kebersamaan (mangan ora mangan kumpul), (f) mawas diri dan sadar posisi, dan (g) seni musik dan nyanyian. Nilai vitalitas atau kehidupan sosial adalah nilai yang mudah diubah, dan nilai spiritual adalah nilai yang sulit diubah.