Abstrak


Efektifitas metode pembelajaran problem posing terintegrasi dengan probing prompting pada prestasi belajar matematika ditinjau dari kemandirian siswa sekolah menengah atas di Kabupatan Magetan


Oleh :
Sutikno - S851002021 - Pascasarjana

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Apakah pembelajaran matematika dengan menggunakan metode problem posing terintegrasi probing prompting dapat menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dari pembelajaran dengan menggunakan metode problem posing maupun konvensional. (2) Tingkat kemandirian manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang terbaik. (3) Manakah metode pembelajaran yang menghasilkan prestasi belajar terbaik dari metode problem posing terintegrasi dengan probing prompting, problem posing maupun konvensional jika ditinjau dari kemandirian siswa. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari 2011 sampai dengan bulan Juni 2011. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA di Kabupaten Magetan. Pengambilan sampel dilakukan secara Stratified Random Sampling dan Cluster Random Sampling. Sampel penelitian berasal dari SMA Negeri 1 Karas sebanyak 104 siswa, SMA Negeri 2 Magetan sebanyak 102 siswa, dan dari siswa SMA Negeri 1 Plaosan sebanyak 110 siswa. Masing-masing Sekolah sampel diambil 1 kelas dengan metode Problem Posing terintegrasi dengan Probing Prompting, 1 kelas dengan metode Problem Posing dan 1 kelas dengan metode konvensional. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kemandirian siswa dan tes awal serta tes prestasi belajar. Teknik Analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dengan desain 3 x 4 faktorial. Taraf signifikansi α = 0,05. Uji normalitas dengan metode Lilliefors dan uji homogenitas dengan metode analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama diperoleh kesimpulan: (1) Pembelajaran menggunakan metode Problem Posing terintegrasi dengan Probing Prompting menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran bermetode Problem Posing maupun konvensional dan metode problem posing menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran bermetode konvensional (Fobs > F0,05;2;304 yaitu Fa = 26,4463 > 3,0254) (2) Siswa yang mempunyai kemandirian tingkat mandiri mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dari pada siswa berkemandirian tingkat individualistik, seksama maupun sadar diri; siswa berkemandirian tingkat individualistik mempunyai prestasi yang lebih baik dari siswa berkemandirian tingkat sekama maupun sadar diri serta siswa berkemandirian tingkat seksama dan sadar diri mempunyai prestasi yang sama (Fobs > F0,05;3;304 yaitu Fa = 27,0865 > 2,6343); (3) Pada setiap tingkatan kemandirian siswa, penggunaan metode pembelajaran problem posing terintegrasi dengan probing prompting memberikan prestasi belajar yang lebih baik dari pada problem posing maupun konvensional dan pada setiap tingkatan kemandirian siswa, pembelajaran bermetode problem posing lebih baik dari pada konvensional. (Fobs < F0,05;6;304 yaitu Fab = 1,4764 < 2,1285).