Abstrak


. Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Model Student Teams Achievement Division (STAD) dan Team Assisted Individualization (TAI) pada Materi Turunan Fungsi Ditinjau dari Aktivitas Belajar Peserta Didik SMA Negeri Kota Surakarta Tahun Pelajaran 2010/201


Oleh :
Tri Sartono - S851002024 - Pascasarjana

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1). Apakah model pembelajaran Kooperatif tipe TAI dapat memberikan hasil belajar yang lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi turunan fungsi. (2) Apakah peserta didik yang mempunyai aktivitas belajar yang lebih tinggi, lebih baik hasil belajarnya dibandingkan dengan peserta didik yang mempunyai aktivitas belajar yang lebih rendah. (3) Apakah pada peserta didik yang memiliki aktivitas belajar sedang dan tinggi bila diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) menghasilkan hasil belajar yang lebih baik daripada diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD), sedangkan pada peserta didik yang memiliki aktivitas belajar rendah bila diberi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD) maupun model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) menghasilkan hasil belajar yang sama pada materi turunan fungsi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri Kota Surakarta tahun pelajaran 2010/2011. Sampel penelitian ini terdiri kelompok eksperimen 1 yang terdiri dari 32 peserta didik SMA Negeri 3, 31 peserta didik SMA Negeri 2 dan 27 peserta didik SMA Negeri 8, jumlah peserta didik kelompok kelas eksperimen 1 adalah 90 peserta didik, sedangkan kelompok eksperimen 2 terdiri dari 34 peserta didik SMA Negeri 3, 33 peserta didik SMA Negeri 2 dan 24 peserta didik SMA Negeri 8, jumlah peserta didik kelompok kelas eksperimen 2 adalah 91 peserta didik. Jumlah anggota sampel dalam penelitian ini adalah 181 peserta didik diperoleh dengan cara stratified cluster random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, angket dan tes. Prasyarat analisis menggunakan Lilliefors untuk uji normalitas, dan Bartlett untuk uji homogenitas, dengan taraf signifikansi α = 5%. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Analisis Variansi dua jalan dengan sel tak sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1). Hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. (2). Peserta didik yang mempunyai aktivitas belajar tinggi mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan peserta didik yang mempunyai aktivitas belajar sedang maupun rendah, sedangkan peserta didik yang mempunyai aktivitas belajar sedang mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang mempunyai aktivitas belajar rendah. (3) Untuk setiap kategori aktivitas belajar tinggi, sedang maupun rendah, model pembelajaran kooperatif tipe TAI memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kata kunci : STAD, TAI, Aktivitas belajar