Abstrak


PERBANDINGAN PENGARUH METODE LATIHAN HOLLOW SPRINTS DAN ACCELERATION SPRINTS TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER DITINJAU DARI RASIO KERJA - ISTIRAHAT


Oleh :
Fransiscus Asisi Endro Suryanto - A120809011 - Pascasarjana

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh metode latihan hollows sprints dan acceleration sprints terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter, (2) perbedaan pengaruh rasio waktu kerja dan istirahat 1:5 dan 1:10 terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter, dan (3) pengaruh interaksi antara metode latihan dengan rasio waktu kerja dan istirahat terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 X 2. Sampel penelitian ini adalah siswa putra SMA Katolik Santo Petrus Kanisius Palangka Raya Kalimantan Tengah tahun pelajaran 2010/2011 sebanyak 40 orang. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas; metode latihan hollow sprints dan acceleration sprints, serta rasio waktu kerja dan istirahat, variabel terikat; peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Penelitian ini dilakukan 3 kali setiap minggu, selama 24 kali pertemuan bertempat di lapangan olahraga SMA Katolik Santo Petrus Kanisius Palangka Raya Kalimantan Tengah. Teknik analisis data pada penelitian ini dianalisis secara statistika dengan menggunakan Analisis Varians 2 jalur dan uji rentang Newman Keuls, pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan hollow sprints, dan acceleration sprints terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter. Fhitung = 10,76 > Ftabel = 4.11. Pengaruh metode latihan hollow sprints lebih baik jika dibandingkan dengan metode latihan acceleration sprints dalam meningkatkan kecepatan lari sprint 100 meter, rata-rata peningkatannya masing-masing sebesar 264.1 point dan 144.85 point. (2) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara rasio waktu kerja dan istirahat 1:5 dan 1:10 terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter. Fhitung = 7, 44 > Ftabel = 4.11. Peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter pada siswa yang mendapat rasio kerja istirahat 1:10 lebih baik dari pada siswa yang mendapat rasio kerja istirahat 1:5, dengan rata-rata peningkatannya masing-masing sebesar 254.05 point dan 154.9 point. (3) Terdapat interaksi yang signifikan antara metode latihan dengan rasio waktu kerja istirahat terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter. Fhitung =5.84 > Ftabel = 4.11