Abstrak


Analisis Perencanaan Pembelian Bahan Baku yang Ekonomis (Studi Kasus CV. Harapan Baru Surakarta Th. 2002-2003)


Oleh :
Dyah Wulan Dari - F3501025 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Setiap perusahaan tentu mempunyai tujuan untuk kelangsungan kegiatannya dan tujuan perusahaan yang utama adalah memperoleh laba. CV Harapan Baru merupakan salah satu perusahaan dibidang percetakan dan seperti perusahaan lainnya perusahaan ini juga berorientasi utama pada mencari keuntungan. Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka haruslah ditempuh suatu cara yang menguntungkan dalam melaksanakan kegiatannya, artinya cara yang ditempuh haruslah memperhatikan prinsip-prinsip efektifitas dan efisiensi. Efisiensi berarti proses produksi dapat berjalan dengan memakan biaya yang rendah dan dapat diselesaikan tepat pada waktunya sedangkan efektif berarti output yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik sesuai yang direncanakan.

CV Harapan Baru yang dalam proses produksinya membutuhkan dua macam bahan baku dan proses produksinya terus menerus ini jika dihubungkan dengan pengeluaran biaya yang seekonomis mungkin maka diperlukan adanya jumlah bahan baku yang tersedia dengan ekonomis pula. Jika bahan baku untuk proses produksi yang dibutuhkan paling ekonomis artinya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit dari jumlah kebutuhan bahan baku, maka perlu kiranya membuat perencanaan jumlah bahan baku yang akan dibeli perusahaan.

Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui tentang ekonomis tidaknya pembelian bahan baku yang peruahaan CV. Harapan Baru dan mengetahui berapa jumlah bahan baku yang paling ekonomis yang harus dibeli perusahaan.

Berkaitan dengan permasalahan dan juga tujuan penelitian ini maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskritif yaitu menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan bahan baku. Disamping itu juga digunakan metode Komparatif yaitu membandingkan antara Total Invetory Cost dengan metode EOQ dan Total Invetory cost sesunguhnya dalam perusahaan sehingga dapat diketahui penghematannya serta forecasting.

Dari bukti-bukti tersebut dapat disimpulkan bahwa perusahaan CV Harapan Baru dalam melakukan pembelian bahan baku belum memperhatikan perencanaan dan belum ekonomis. Hal ini terbukti dengan adanya selisih penghematan  biaya yang dikeluarkan perusahaan.

Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis menyarankan kepada perusahaan agar dalam pengadaan bahan baku dalam jumlah yang paling menguntungkan dan paling ekonomis yaitu sesuai dengan perhitungan EOQ ( Economic Order Quantity ) karena biaya yang dihemat cukup besar. Disamping itu perusahaan dalam melakukan pemesanan bahan baku kiranya memperhatikan perencanaan dan sebaiknya tidak berdasarkan hal yang rutin saja melainkan juga memperhatikan kebutuhan bahan baku.