Abstrak


Efek Ekstrak Biji Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Sebagai Antihelmintik Terhadap Ascaris Suum, Goeze In Vitro


Oleh :
Shita Ganestya - G0006156 - Fak. Kedokteran

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji labu kuning terhadap Lethal Death Time cacing Ascaris suum, Goeze dewasa dalam kondisi in vitro. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain penelitian post test only controlled group design. Subjek penelitian adalah cacing Ascaris suum, Goeze dewasa yang masih aktif bergerak. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan cara menyamakan ukuran panjang tubuh cacing tanpa mempedulikan jenis kelaminnya. Subjek penelitian dibagi dalam 4 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 10 cacing, replikasi dilakukan sebanyak 5 kali. Kelompok kontrol negatif menggunakan larutan garam fisiologis, kelompok kontrol positif menggunakan pirantel pamoat 0,236 %, sedangkan kelompok perlakuan terdiri dari ekstrak biji labu kuning konsentrasi 54,5 % dan 70,5 %. Pengamatan dan penghitungan terhadap cacing yang mati dilakukan setiap jam sekali, data yang diperoleh dianalisis dengan uji nonparametrik Kruskal Wallis, dilanjutkan uji Mann Whitney, dan Uji Korelasi Spearman. Hasil Penelitian: Lethal Death Time cacing Ascaris suum, Goeze dalam ekstrak biji labu kuning konsentrasi 54,5 % adalah 11 jam 48 menit sedangkan pada konsentrasi 70,5 % Lethal Death Time-nya adalah 7 jam 48 menit. Hasil uji Kruskal Wallis masing-masing kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05). Analisis Mann Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang bemakna antara semua kelompok (p<0,05). Uji Korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,950 bertanda negatif, menandakan arah korelasi negatif antara konsentrasi ekstrak dan Lethal Death Time cacing. Simpulan penelitian: Ekstrak biji labu kuning memiliki efek antihelmintik terhadap cacing Ascaris suum, Goeze dewasa in vitro. Kata Kunci: biji labu kuning, Ascaris suum, Goeze, antihelmintik, lethal death time