Abstrak


Perbandingan Pengaruh Konseling Dan Penyuluhan Kelompok Terhadap Perubahan Sikap Dan Perilaku Ibu Balita Gizi Buruk Di Kabupaten Ponorogo


Oleh :
Hesti Sukma Wijayanti - S.54080911 - Pascasarjana

Latar Belakang. Insidensi gizi buruk pada anak Balita masih tinggi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meskipun telah dilakukan upaya penyuluhan gizi kepada kelompok ibu balita di berbagai posyandu. Di sisi lain dana program pemberian makanan tambahan dari APBD tingkat I (provinsi) terbatas, sehingga tidak bisa mencakup semua balita gizi buruk. Penelitian ini bertujuan meneliti efektivitas metode konseling dalam mengubah sikap dan perilaku ibu tentang gizi anak balita jika dibandingkan dengan metode penyuluhan kelompok. Tujuan.Meneliti perbedaan pengaruh konseling dan penyuluhan kelompok terhadap sikap dan perilaku ibu balita gizi buruk. Subjek dan Metode. Penelitian ini merupakan randomized controilled trial (RCT), dilakukan di 4 wilayah puskesmas, Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 60 ibu balita gizi buruk yang tinggal di 4 kecamatan terpilih dipilih dengan teknik exhaustive sampling, kemudian dilakukan randomisasi menjadi 30 ibu ke dalam kelompok konseling dan 30 ibu lainnya ke dalam kelompok penyuluhan. Variabel dependen yang diteliti adalah sikap dan perilaku ibu tentang gizi anak balita. Variabel independen adalah metode intervensi gizi. Kuesioner tentang sikap dan perilaku dikembangkan berdasarkan dari kuesioner Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi) yang dirancang oleh Kementerian Kesehatan. Perbandingan pengaruh konseling dan penyuluhan kelompok terhadap sikap dan perilaku ibu tentang gizi balita dianalisis dengan model regresi linier ganda, dengan mengontrol pengaruh faktor perancu umur, pendidikan dan pekerjaan ibu. Hasil. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh yang secara statistik bermakna tentang pengaruh konseling dan penyuluhan kelompok terhadap sikap dan perilaku ibu tentang gizi balita. Konseling menghasilkan sikap sebesar 13 poin (b= 13.4; p<0.001) dan perilaku sebesar 15 poin (b= 15.2 ; p<0.001) lebih tinggi daripada penyuluhan kelompok, setelah mengontrol pengaruh umur, pendidikan dan pekerjaan ibu. Kesimpulan. Konseling mampu menghasilkan perbaikan sikap dan perilaku ibu dalam menghadapi anak balita dengan gizi buruk. Disarankan agar konseling dilakukan pada ibu-ibu lainnya dengan balita bergizi kurang atau buruk. Kata kunci: konseling, penyuluhan kelompok, sikap dan perilaku ibu, balita gizi buruk.