Abstrak


Tingkat Risiko Longsor dan Arahan Konservasi Lahan di DAS Grindulu Hulu Kabupaten Pacitan dan Ponorogo


Oleh :
Intan Fatmasari - K5406025 - Fak. ISIP

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:, Tingkat Bahaya Longsor (TBL) dan karakteristik tipe longsor di DAS Grindulu hulu, tingkat kerentanan dan risiko longsor di DAS Grindulu hulu dan arahan konservasi lahan di DAS Grindulu hulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif spasial. Populasi adalah seluruh satuan lahan yang ada di DAS Grindulu hulu tersusun dari peta tanah, peta lereng, peta geologi dan peta penggunaan lahan dengan jumlah 44 satuan lahan, sampel diambil dengan teknik sampel wilayah (area sampling). Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi lapangan, dokumentasi dan uji laboratorium. Teknik analisis data dengan cara scoring parameter penentu Tingkat Bahaya Longsor yang menghasilkan peta Tingkat Bahaya Longsor, tipe longsor dengan data dari lapangan dan melihat material longsor, kerentanan dengan data kepadatan penduduk yang dipetakan menjadi peta Kepadatan Penduduk kemudian di overlay dengan Tingkat Bahaya Longsor sehingga menghasilkan peta Tingkat Kerentanan Longsor, risiko dengan mengkorelasikan antara hasil TBL dan kerentanan longsor yaitu overlay peta Tingkat Bahaya Longsor dan peta Tingkat Kerentanan Longsor sehingga menghasilkan peta Tingkat Risiko Longsor, dan konservasi lahan dengan metode konservasi secara teknik dan vegetatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Tipe Longsoran Nendatan berada pada morfologi bergelombang, yang terdapat pada kelas TBL rendah hingga sedang dan tersebar di 8 desa dengan luas keseluruhan 5617,8 Ha. Tipe Longsoran Runtuhan Material Campuran berada pada morfologi bergelombang hingga berbukit, yang terdapat pada kelas TBL tinggi dan tersebar di 8 desa dengan luas keseluruhan 2877,4 Ha. Tipe Longsoran Jatuhan Batu berada pada morfologi bergunung, yang terdapat pada kelas TBL sangat tinggi dan tersebar di 2 desa dengan luas keseluruhan 35,2 Ha. 2. Tingkat kerentanan tertinggi/ sangat rentan berada di Desa Gemaharjo dengan luas 492,3 Ha (30,1%) dan Tingkat kerentanan terendah/ tidak rentan berada di Desa Ploso dengan luas 839,9 Ha (18,3%). Sementara itu untuk tingkat risiko tertinggi berada di Desa Gemaharjo dengan luas 699,5 Ha (40,9%) dan tingkat risiko terendah berada di Desa Ploso dengan luas 1378,6 Ha (33,9%). 3. Di DAS Grindulu hulu terdapat 32 arahan konservasi lahan dengan 4 prioritas penanganan. Arahan Konservasi Lahan Pada Prioritas Penanganan III memiliki luasan tertinggi yaitu 3197,7 Ha (42,6%) dan Arahan Konservasi Lahan Pada Prioritas Penanganan II memiliki luasan terendah yaitu 462,9 Ha (6,1%).