Abstrak


Perbandingan induksi misoprostol dengan induksi oksitosin terhadap lama persalinan pada kehamilan postterm di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten


Oleh :
Phitra Sekar Dianggra - G.0005153 - Fak. Kedokteran

Insidensi kehamilan postterm kira-kira 10% dari seluruh kehamilan dan menyebabkan peningkatan kematian perinatal sebesar 2-3 kali lipat daripada persalinan aterm, tergantung pada fungsi plasenta. Induksi persalinan dapat mengurangi kematian perinatal bila dilakukan sebelum tanda insufisiensi plasenta terlihat. Oksitosin sering digunakan untuk induksi persalinan, tetapi saat ini misoprostol mulai digunakan secara luas. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh induksi misoprostol dan oksitosin terhadap waktu persalinan pada persalinan postterm. Penelitian ini merupakan eksprimen dengan randomisasi (randomized controlled trial, RCT) dengan pembutaan ganda (double blinded). Populasi sasaran adalah ibu kehamilan postterm yang dilakukan induksi. Populasi sumber adalah ibu kehamilan postterm yang dilakukan induksi di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten, Klaten Jawa Tengah. Sebanyak 18 postterm ibu dilakukan induksi oksitosin dan 18 ibu postterm dilakukan induksi misoprostol. Faktor perancu yang diperhitungkan adalah umur ibu, umur kehamilan, berat badan lahir, paritas dan skor bishop. Data dianalisis dengan uji t independen, menggunakan program statistik SPSS versi 16. Hasil analisis data menunjukkan bahwa induksi dengan menggunakan misoprostol mempercepat lama persalinan 3,52 jam lebih cepat dibandingkan induksi dengan menggunakan oksitosin, dan perbedaan tersebut secara statistik signifikan (p<0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa, waktu persalinan dengan induksi misoprostol lebih cepat dibandingkan dengan induksi oksitosin pada kehamilan postterm. The incidence of postterm pregancy accounts 10% of all pregnancies, and causes perinatal mortality 2 to 3 times as many as full-term pregnancy, depending on placenta function. Labor induction can lessen perinatal mortality if it is carried out before the emergence of insufficency signs. Oxytocin has often been used for labor induction, but recently misoprostol has been increasingly used. This study aimed to compare the effect of misoprostol induction and oxytocin induction on labor time in postterm pregnancy. This study was a double-blinded randomized controlled trial (RCT). The target population was mothers with postterm pregnancy who undertook induction. The source population was mothers with postterm pregnancy who undertook induction and gave birth at RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, Klaten, Central Java. Eighteen postterm mothers undertook oxytocin induction and 18 postterm mothers undertook misoprostol induction. Confounding factors that were controlled for included maternal age, parity, gestation age, birth weight, and Bishop score. The data was analyzed by independent t test, by use of SPSS version 16. The study results showed that misoprostol induction shortened on average 3,52 hours less than oxytocin, and this difference was statistically significant (p<0,001). This result was consistent with another related finding that showed higher Bishop score in misoprostol induction than oxytocin induction. This study concludes that labor time induced by misoprostol is shorter than oxytocin in postterm pregnancy.