Abstrak


Eksperimentasi Realistic Mathematics Education (Rme) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Materi Segiempat Dan Segitiga Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Kelas Vii Smp Kabupaten Gunungkidul Tahun Pelajaran 2009/2010


Oleh :
Imam Muttaqin - S.850908111 - Pascasarjana

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pendekatan pembelajaran manakah yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik diantara pendekatan pembelajaran RME dan pendekatan mekanistik, 2) kelompok motivasi belajar manakah yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik diantara kelompok motivasi rendah, sedang, dan tinggi, 3) apakah perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada tiap-tiap kelompok motivasi konsisten untuk tiap-tiap pendekatan pembelajaran, 4) kelompok motivasi mana yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik di kelas RME, 5) kelompok motivasi mana yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik di kelas mekanistik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Se-Kabupaten Gunungkidul pada bulan Januari sampai Juni 2010. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswa kelas VII SMP N 1 Ponjong dan SMP N 1 Girisubo Kabupaten Gunungkidul. Dari masing-masing sekolah sampel diambil 2 (dua) kelas yang terbagi menjadi 1 (satu) kelas eksperimen dan 1 (satu) kelas kontrol. Sampel penelitian diperoleh dengan cara kombinasi sampling random stratifikasi (stratified random sampling) dan sampling random kluster (cluster random sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes dan dokumentasi. Analisis instrumen angket menggunakan validitas isi dan reliabilitas. Analisis instrumen tes meliputi validitas butir soal melalui validitas isi, reliabilitas tes digunakan rumus alpha dan dilakukan analisis butir soal yaitu analisis daya beda dan tingkat kesukaran. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) penggunaan pendekatan pembelajaran RME menghasilkan kemampuan pemecahan masalah materi segiempat dan segitiga yang lebih baik jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran mekanistik pada peserta didik kelas VII SMP di Kabupaten Gunungkidul tahun ajaran 2009/2010, (2) peserta didik yang memiliki motivasi tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah materi segiempat dan segitiga yang lebih baik jika dibandingkan peserta didik yang memiliki motivasi rendah. Akan tetapi antara peserta didik dengan motivasi tinggi dan motivasi sedang, serta antara peserta didik dengan motivasi sedang dan motivasi rendah, memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sama, (3) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar peserta didik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Dengan kata lain, kemampuan pemecahan masalah pada tiap-tiap kelompok motivasi konsisten untuk tiap-tiap pendekatan pembelajaran, (4) pada kelas-kelas yang menggunakan pendekatan pembelajaran RME, kemampuan pemecahan masalah yang paling baik dimiliki oleh peserta didik dengan motivasi belajar tinggi, (5) pada kelas-kelas yang menggunakan pendekatan pembelajaran mekanistik, kemampuan pemecahan masalah yang paling baik dimiliki oleh peserta didik dengan motivasi belajar tinggi.