Abstrak


Penentuan Alokasi Limbah Medis Padat Puskesmas Menuju Instalasi Penanganan Limbah Medis Padat Wilayah Surakarta Menggunakan Model Integer Linear Programming


Oleh :
Elok Fatchiyati - I.0305028 - Fak. Teknik

Limbah medis padat merupakan salah satu jenis limbah medis yang perlu ditangani sesuai ketentuan yang berlaku, yakni pembakaran menggunakan insinerator. Saat ini dari 40 puskesmas yang terdiri dari 17 puskesmas induk dan 23 puskesmas pembantu, hanya tiga puskesmas yang diberi fasilitas insinerator oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK). Sisanya diminta untuk mengalokasikan limbah medis padat ke ketiga insinerator tersebut. Namun demikian, belum adanya ketentuan pengalokasian dari masing-masing puskesmas menyebabkan DKK sulit melakukan pengontrolan terhadap ketaatan puskesmas dalam pengalokasian limbah untuk dibakar di lokasi insinerator. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pertimbangan pada DKK Surakarta dalam menentukan alokasi penanganan limbah medis padat puskesmas Surakarta. Keputusan alokasi diperoleh dengan mempertimbangkan estimasi rata-rata kuantitas limbah medis harian masing-masing puskesmas Surakarta, kapasitas insinerator, biaya pengangkutan, biaya pembakaran, dan keseimbangan utilitas inisinerator Penyelesaian masalah alokasi diperoleh menggunakan model optimisasi Integer Linear Programming (ILP) dengan meminimasi biaya pengangkutan, biaya pembakaran, serta pencapaian keseimbangan utilitas insinerator. Tahap pengolahan data dilakukan dengan bantuan program ArcGIS dan Risk Solver Platform 9.0. Program ArcGIS digunakan dalam penentuan lintasan pengangkutan terpendek sedangkan Risk Solver Platform digunakan pada pencarian solusi model matematis yang telah dibuat. Keputusan alokasi menghasilkan dua alternatif keputusan dan alternatif adjustment. Estimasi biaya untuk alternatif I dengan mempertimbangkan minimasi biaya dan keseimbangan utilitas insinerator adalah Rp 272. 778,60, sedangkan estimasi untuk alternatif II dengan mempertimbangkan minimasi biaya adalah Rp 262.502,80. Sedangkan estimasi biaya alternatif adjustment sebesar Rp 266.958,96 dengan pencapaian keseimbangan utilitas insinerator dan jalur pengangkutan yang lebih realistis.