Abstrak


Perencanaan Dan Perancangan Interior Java International Food Center Di Surakarta (Lobby, Restauran, Café, Fast Food, Dan Souvenir Corner)


Oleh :
Megan Eko Saputro - C0801026 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Permasalahan yang akan dibahas dalam perencanaan dan perancangan interior Java International Food Center ini, yaitu (1) Bagaimana menciptakan konsep perencanaan dan perancangan “Java International Food Center” (2) Bagaimana merancang interior “Java International Food Center” sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai wadah berbagai macam tempat makan di kota Solo? (3) Bagaimana menghadirkan suasana interior yang sesuai pada “Java International Food Center” dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan serta nilai estetika sebagai ciri khas utamanya, sehingga orang yang berada didalamnya merasa terkesan? (4) Bagaimana menciptakan fasilitas penunjang sebagai daya tarik pengunjung pada “Java International Food Center”. Metode yang digunakan dalam pembahasan masalah adalah metode pembahasan analisa interaktif, dimana ada tiga tahap pokok yang digunakan oleh peneliti, yaitu: (1) Data Reduksi adalah proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan, abstraksi data. (2) Data Display, Merupakan suatu penyusunan informasi sebelum menyusun sebuah kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. (3) Concludeing Drawing, Dari awal penelitian data penelitian sudah harus memulai melakukan pencatatan peraturan, pola-pola pertanyaan, arahan sebab-akibat dan proporsi-proporsi. Dari analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Perencanaan dan Perancangan interior Java International Food Center memerlukan proses desain yang matang, mulai dari berbagai pertimbangan dan analisa studi literature maupun studi lapangan hingga terwujud adanya konsep perancangan desain untuk selanjutnya diterapkan dalam perancangan. (2) dalam perancangan interior Java International Food Center, tema perancangan memiliki peran penting didalam memecahkan suatu masalah yang mana ide gagasan bisa bermula dari sebuah tema yang diangkat. Tema yang dihadirkan dalam perancangan ini adalah “Jawa” dengan penerapan atmosfir gaya “Keraton Mangkunegaran”