Abstrak


Perkembangan Agama Khonghucu di Surakarta (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Sosialisasi pada Keluarga Konghucu di Surakarta)


Oleh :
Novita Dian Anggraini - D.0305051 - Fak. ISIP

Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif kualitatif mengenai perkembangan agama Khonghucu yang pada masa Orde Baru dilarang untuk berkembang dan melaksanakan kegiatannya. Namun pada masa Presiden Abdurrahman Wahid agama ini kembali menjadi agama resmi dan kembali beraktivitas seperti dahulu sebelum adanya pelarangan. Dan sampai sekarang agama ini menjadi agama yang ke enam. Sosialisasi agama Khonghucu yang terjadi dalam keluarga menjadi permasalahan pokok pada penelitian ini. Pada sosialisasi ini keluarga yang dalam hal ini menjadi kelompok yang sangat penting dalam memberikan pemahaman agama yang mendalam. Dengan contoh-contoh yang diberikan dalam keluarga membuat sosialisasi yang terjadi dalam kelurga semakin baik. Orang tua yang dalam hal ini merupakan agen sosialisasi berusaha memberikan tauladan yang bertujuan agar mereka juga menganut agama yang sama dengan orang tuanya.lingkung juga mempengaruhi dalam kegiatan sosialisasi, seperti lingkungan bermain, sekolah dan tempat ibadah. Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Surakarta karena keberadaan tempat ibadah agama Khonghucu yang sangat berpangaruh pada awal masuknya agama Khonghucu ke Surakarta yaitu Gerbang Lithang Kebajikan. Tempat ini menjadi saksi sejarah perkembangan agama Khonghucu di Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara secara mendalam , observasi berperan dan dokumen/ catatan penting masuk di dalamnya. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling yaitu menggunakan informan yang tahu tentang permasalahan dalam penelitian ini. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model analisis interaktif melalui wawancara yang mendalam kepada responden yang telah menjadi sasaran, sedangkan validasi data menggunakan trianggulasi data. Kemudahan penelitian skripsi ini adalah orang-orang yang menjadi informan di sini sangat terbuka dalam memberikan informasinya ke penulis tentang permasalahan dalam penelitian ini dan hal ini sangat membantu penulis. Sedangkan kesulitannya adalah terbatasnya jumlah umat Khonghucu sehingga data yang diperolehnyapun juga tidak bisa maksimal. Hasil yang diperolah dalam penelitian ini adalah : Agama Khonghucu mengalami diskriminasi di Masa Orde Baru sehingga perkembangannya menurun dan sosialisasi yang ada dalam keluarga dapat dilakukan dengan pemberian contoh yang diberikan orang tua kepada anak dan selalu mengajak anak-anaknya untuk selalu ikut serta dalam peribadatan atau melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan keagamaan.