Abstrak


Analisis pengendalian kualitas produk benang c-30 pada divisi spinning III PT. Dan Liris Sukoharjo


Oleh :
Dwi Wijaya - F.3507020 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Masalah kualitas merupakan salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dalam proses produksi. Kualitas adalah suatu kreasi dan inovasi berkelanjutan yang dilakukan untuk menyediakan produk dan jasa yang memenuhi atau melampaui harapan para pelanggan, dalam usaha untuk terus memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Dan Liris Sukoharjo pada tanggal 1 Februari 2010 sampai tanggal 27 Februari 2010. Dalam penelitian ini yang menjadi pokok permasalahan adalah berapakah rata-rata kerusakan produk dan apakah kerusakan tersebut masih dalam batas pengawasan, serta apa saja jenis kerusakan dan faktor yang menyebabkan kerusakan produk benang C-30 pada PT. Dan Liris. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rata-rata kerusakan produk benang C-30 dan mengetahui apakah kerusakan tersebut masih dalam batas pengawasan, serta mengetahui jenis kerusakan dan faktor yang menyebabkan kerusakan produk benang C-30 pada PT. Dan Liris Sukoharjo. Data-data yang digunakan dalam analisis ini bersumber dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara serta dari dokumen-dokumen perusahaan. Dari hasil analisis dengan metode p-chart dapat diketahui bahwa kerusakan produk masih berada dalam batas kendali. Dengan proporsi rata-rata kerusakan sebesar 0,2551, dan dengan batas kendali atas (UCL) sebesar 0,3697 dan batas kendali bawah (LCL) sebesar 0,1405. Dari analisis dengan diagram pareto dapat diketahui ada empat jenis kerusakan yaitu kerusakan benang tipis sebesar 61,56%, kotoran masuk dalam benang sebesar 28,89%, panjang kurang sebesar 5,78%, dan nglokor sebesar 3,77%. Dari analisis dengan diagram sebab akibat dapat diketahui kerusakan-kerusakan benang disebabkan oleh faktor mesin, material, lingkungan, dan tenaga kerja. Dalam usaha peningkatan kualitas produk, perusahaan hendaknya lebih meningkatkan strategi produksi, meningkatkan kedisiplinan karyawan dan memberikan pelatihan-pelatihan (training), serta meningkatkan kebersihan lingkungan kerja dan mesin-mesin, agar kualitas produk yang dihasilkan semakin meningkat. The issue of quality is one important part that cannot be separated in the production process. Quality is a continuous creation and innovation that is being done to provide products and services that meet or exceed the expectations of customers in an effort to continue satisfaction of their needs and desires. This research was conducted at PT. Dan Liris Sukoharjo on February 1st, 2010 to February 27th, 2010. In this study, the main problem is how much average of product defects, whether the damage still within control, what kind of damage and the factors that cause damage to the product yarn C-30 at PT. Dan Liris. The purpose of this study to determine the average products damaged of yarn C-30, to find out if the damage is still within the limits of supervision, to know the type of damage and the factors that cause damage to the product yarn C-30 at PT. Dan Liris, Sukoharjo. The data used in this analysis of data derived from primary and secondary data collected by observation, interviews and from company documents. From the analysis of p-chart method can be seen that the product is still in damage control limit. With the average proportion of the damage amounted to 0,2551 and the upper control limit (UCL) of 0,3697 and lower control limit (LCL) for 0,1405. From the analysis with pareto charts can be found that there are four types of damage which is damage to a thin thread of 61,56%, impurities included in the yarn of 28,89%, the length is less by 5,78% and 3,77% slack. From the analysis by cause and effect diagram can be known damages caused by factors yarn machines, materials, environmental, and labor. In an effort to improve the quality of products, the company should improve production strategies, improve employee discipline and provide training, as well as improving the working environment clean and the machines, so that product quality is increasing.