Abstrak


Ketidakpatuhan Maksim Prinsip Kerja Sama Dalam Acara “Opini” di TV One: Sebuah Kajian Pragmatik


Oleh :
Nanik Yuniarsih - C0206036 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Perumusan masalah dalam penelitian ini meliputi (1) Bagaimana ketidakpatuhan maksim prinsip kerja sama dalam talk show “Opini”?, (2) Bagaimana implikatur ketidakpatuhan maksim prinsip kerja sama dalam talk show “Opini”?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan ketidakpatuhan maksim prinsip kerja sama dalam talk show “Opini” dan (2) Menjelaskan implikatur ketidakpatuhan maksim prinsip kerja sama dalam talk show “Opini”. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode padan pragmatik. Teknik pengambilan data berupa teknik rekam dan teknik catat. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung ketidakpatuhan maksim prinsip kerja sama. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh tuturan yang dilakukan oleh kedua presenter dengan pendukung acara lainnya yang direkam dalam lima episode. Penelitian ini menggunakan teknik analisis metode kontekstual. Berdasarkan analisis data tuturan ketidakpatuhan maksim prinsip kerja sama, dapat disimpulkan bahwa terdapat empat bentuk ketidakpatuhan maksim prinsip kerja sama yang terdapat dalam talk show “Opini”. Ketidakpatuhan itu meliputi menyesatkan maksim (violate), membatalkan maksim (opting out), benturan antar maksim, dan mencemooh maksim. Ditemukan adanya ketidakpatuhan maksim dalam hal membatalkan maksim dan mencemooh maksim secara bersamaan. Adanya ketidakpatuhan itu disebabkan ingin memberi informasi kepada mitra tuturnya, penutur ingin mengejek mitra tuturnya, penutur ingin bergurau kepada mitra tuturnya, penutur ingin mengungkapkan perasaannya, penutur ingin membuat penasaran pada mitra tuturnya, dan penutur ingin menyarankan mitra tuturnya. Jenis impikatur yang muncul dari ketidakpatuhan maksim dalam talk show “Opini” dikelompokkan ke dalam 19 macam, yaitu meliputi memberitahu, keraguan, mengejek, penolakan, menyarankan, ketidaktahuan, kebohongan, gurauan, menyatakan kejengkelan, menyadarkan mitra tutur, menyatakan kekaguman, menyindir, ketakutan, ketidaksukaan, menyatakan rasa heran, pembelaan, menyela, membuat mitra tutur penasaran, dan mengancam.