Abstrak


Efektivitas program komunikasi pemasaran wisata budaya kota Solo


Oleh :
Ratri Puji Rahayu - D1209071 - Fak. ISIP

RATRI PUJI RAHAYU, D.1209071, Efektivitas program komunikasi pemasaran wisata budaya kota Solo (Study Evaluasi program kegiatan komunikasi pemasaran Karaton Surakarta Hadiningrat dalam melestarikan warisan budaya). Skripsi, Program S-1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2011. Dibawah bimbingan Drs. Haryanto M.Lib dan Tanti Hermawati S.Sos, M.Si Pariwisata dapat dikatakan industri yang semakin berkembang pesat. Hampir semua negara di dunia mencoba mengembangkan industri pariwisata, salah satunya Indonesia. Banyak berbagai obyek wisata di Indonesia yang menarik dan layak untuk dikunjungi diantaranya adalah Karaton Surakarta Hadiningrat. Sebagai salah satu obyek wisata budaya, Karaton melakukan program kegiatan pemasaran untuk menarik minat kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan dari pelaksanaan program komunikasi pemasaran pariwisata yang dilakukan oleh Karaton Surakarta Hadiningrat Bauran promosi merupakan kegiatan yang sangat membantu dalam proses kelancaran pengenalan adanya Karaton Surakarta Hadiningrat sebagai salah satu warisan budaya di kota Solo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Komunikasi Pemasaran, Pariwisata dan Teori Evaluasi Program. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Metode evaluasi yang digunakan adalah evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Sumber dqata yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Data Primer terdiri dari informan yang dianggap mengetahui informasi dan permasalahan secara mendalam dan bisa dipercaya untuk menjadi sumber informasi (2) Data Sekunder yang terdiri dari studi literatur dan referensi. Evaluasi ini dilakukan terhadap masing-masing program komunikasi pemasaran pariwisata dan hal-hal yang dievaluasi meliputi context, input, process, dan product dari masing-masing program tersebut. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa program kegiatan komunikasi pemasaran Karaton Surakarta Hadiningrat mempunyai tiga program yang dikenal dengan KKN, yaitu : Komitmen, Konsisten, dan Networking, yang terwujud dalam berbagai aktivitas antara lain, pembuatan brosur, pembuatan website, pameran wisata, dan kerjasama dengan Dinas terkait. Dalam pelaksanaannya terdapat faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung antara lain, Karaton merupakan magnet kota Solo, karena inti dari kebudayaan Solo, upacara-upacara adat yang sekarang dibuka dan dipromosikan untuk umum. Sedangkan faktor penghambat yaitu sumber daya manusia yang kurang memadai, dana yang tidak mencukupi, kurangnya peran pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya. Banyak hal yang harus diprioritaskan untuk mencapai target yang diinginkan, mengingat kondisi obyek wisata Karaton Surakarta Hadiningrat masih dalam proses pengenalan, sehingga membutuhkan kerjasama antara pihak Karaton, pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama melestarikan warisan budaya. Kata Kunci :KOMUNIKASI PEMASARAN, Evaluasi Program, Pariwisata Budaya Ratri Puji Rahayu, D1209071, “THE EFFECTIVENESS PROGRAM OF MARKETING COMMUNICATION OF SOLO CITY CULTURAL TOURISM” (An Evaluation Study on Marketing Communication Activity of Karaton Surakarta Hadiningrat in Preserving Cultural Heritage). Thesis, Major in Communication Science. Faculty of Social Science and Political Science, Sebelas Maret University of Surakarta, 2011. Under guidence Drs. Haryanto M.Lib and Tanti Hermawati S.Sos, M.Si Tourism can be said as an increasingly rapidly developing industry. Nearly all countries attempt to develop tourism industry, one of which is Indonesia. Many tourism objects exist in Indonesia, one interesting and reasonable to visit of which is Karaton Surakarta Hadiningrat (Surakarta Hadiningrat Palace). As one of cultural tourism objects, the Palace conducts a marketing activity to attract both domestic and foreign tourists’ visiting interest. The objective of research is to find out the extent to which the implementation of tourism marketing communication program the Surakarta Hadiningrat Palace does is successful. Promotion mix is an very helpful activity in the process of introducing the existence of Surakarta Hadiningrat Palace as one cultural tourism in Solo city. The theories used in this research were the ones of Marketing Communication, Tourism and Program Evaluation. This research employed the evaluation research method with qualitative approach. The evaluation method used was CIPP (context, input, process, product) evaluation. The data source used in this research included (1) primary data consisting of informant considered as knowledgeable about the information and problem and reliable to become the source of information, and (2) secondary data consisting of literature and reference study. This evaluation was done on individual tourism marketing communication programs and the factors evaluated included context, input, process, and product of each program. The result of research provided the conclusion that the marketing communication activity in Surakarta Hadiningrat Palace included three programs called KKN: Commitment, Consistent, and Networking, manifested in a variety of activities such as: brochure development, website development, tourism exhibition, and cooperation with the related Agencies. In its implementation, there were supporting and inhibiting factors. The supporting factor included: the Palace is the Solo city’s magnet because it is the core of Solo culture, the custom rites now opened and promoted for the public. Meanwhile the inhibiting factor included inadequate human resource, limited fund, and the lack of government’s and society’s participation in preserving the cultural heritage. Many things should be prioritized to achieve the intended target, recalling the condition of Surakarta Hadiningrat Palace tourism object in introduction process, so that, there should be collaboration among the Palace, government and society to preserve the cultural heritage collectively. Keywords: Marketing Communication, program evaluation, cultural tourism