Abstrak


Perbedaan Pengaruh Rasio Kerja - Istirahat Latihan Interval Dan Vo2 Max Terhadap Peningkatan Prestasi Lari 400 Meter (Studi Eksperimen Latihan Interval Rasio Kerja - Istirahat 1: 2 dan 1:3 Pada Siswa Ekstrakurikuler Sepak Bola di SMAN 2 Kabupaten Ngawi)


Oleh :
Tjatur Semedi Prihadi - A.12090803 - Pascasarjana

ABSTRAK Tjatur Semedi Prihadi, A.120908034. Perbedaan Pengaruh Rasio Kerja-Istirahat Latihan Interval dan VO2 Max Terhadap Prestasi Lari 400 Meter. Studi Eksperimen Latihan Interval rasio 1:2 dan 1:3 pada ekstrakurikuler sepak bola di SMAN 2 Kabupaten Ngawi Th. Pelajaran 2009/2010. Tesis : Program studi Ilmu Keolahragaan Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apakah metode latihan interval rasio 1:2 memberikan efek prestasi lebih baik daripada metode latihan interval rasio 1:3. (2) Apakah siswa dengan VO2 Max tinggi memiliki prestasi lebih baik daripada siswa yang memiliki VO2 Max rendah. (3). Pada Latihan Interval rasio 1:2 dan 1:3, manakah yang memberikan prestasi lebih baik, siswa yang memiliki VO2 Max tinggi atau rendah Penelitian dilakukan di Kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2009/2010. Pengambilan sample dilakukan dengan cara random sampling dengan sample penelitian adalah siswa dari SMA 2 Ngawi yang mengikuti Ekstrakurikuler Sepak Bola. Pengujian hipotesis menggunakan anava dengan taraf signifikansi 0,05 yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dengan uji Liliafors, dan uji homogenitas dengan uji Barlett. Hasil uji Anava menunjukkan (1) H0A ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara metode latihan interval rasio 1:2 dan metode latihan interval rasio 1:3, (2) H0B ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki VO2 Max tinggi dan rendah terhadap prestasi lari 400 meter, (3) H0AB diterima yang berarti tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penggunaan metode latihan interval dan VO2 Max. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat perbedaan yang signifikan dari pelatihan metode interval training rasio 1:2 dan metode interval training rasio 1:3 terhadap prestasi lari 400 meter.(2) Terdapat perbedaan yang signifikan dari VO2 Max tinggi dan VO2 Max rendah.(3) Tidak terdapat pengaruh interaksi ,pada masing-masing metode pelatihan terdapat perbedaan dari tingkat keberadaan VO2Max terhadap prestasi lari 400 meter yaitu (1) pada metode interval training 1:2 lebih baik daripada metode interval training 1:3 pada tingkatan VO2Max tinggi (2) pada metode interval training 1:2 lebih baik daripada metode interval training 1:3 pada tingkatan VO2Max rendah. ABSTRACT Tjatur Semedi Prihadi, A.120908034. Effect of difference Work-Rest Ratios Interval Training and VO2 Max against The Run 400 Meters Achievement. Experimental Study of Exercise Interval ratio of 1:2 and 1:3 in extracurricular football at SMAN 2 District Ngawi Th. Lesson 2009/2010. Thesis: Sport Science Study Program Graduate Program Sebelas Maret Surakarta University of 2011. This study aims to determine (1) Is the ratio of 1:2 interval training method gives better performance than the effects of interval training method the ratio of 1:3. (2) Do students with high VO2 Max has a better performance than students who have a lower VO2 Max. (3). In interval training ratio of 1:2 and 1:3, which one gives better performance, students who have high or low VO2 Max The study was conducted in the District Ngawi year 2009/2010. The samples are done by random sampling with a sample of the study were students from SMA 2 Ngawi who follow Extracurricular Football. Testing hypotheses using Anava with the previous level of significance of 0.05 which is a prerequisite test test test Liliafors normality and homogeneity test with the Barlett test. Anova test results showed (1) H0A rejected which means there are significant differences between the method of interval training ratio of 1:2 and 1:3 ratio method of interval training, (2) H0B rejected which means there are significant differences between students who have a high VO2 Max and accomplishment ran low on 400 meters, (3) H0AB accepted which means there is no significant interaction between use of the method of interval training and VO2 Max. Based on the above description can be concluded that (1) There are significant differences from the training method of interval training ratio of 1:2 and 1:3 ratio method of interval training to run 400 meters achievement. (2) There are significant differences from VO2Max high and low VO2 Max . (3) There was no interaction effect, in each of the training methods there is a difference from the level of achievement VO2Max to run 400 meters: (1) the method of interval training 1:2 better than 1:3 method of interval training at high levels VO2Max (2) 1:2 on the method of interval training is better than interval training method VO2Max 1:3 at low levels.