Abstrak


Efek antifungi minyak atsiri rimpang lengkuas (alpinia galanga l.) Terhadap Microsporum gypseum In Vitr


Oleh :
Ayu Indrasari - G 0008061 - Fak. Kedokteran

Ayu Indrasari, G0008061, 2011. Efek Antifungi Minyak Atsiri Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga L.) terhadap Microsporum gypseum in vitro. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antifungi minyak atsiri rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) terhadap Microsporum gypseum secara in vitro. Metode penelitian: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental kuasi laboratorium. Subjek penelitian yang digunakan adalah biakan Microsporum gypseum yang berumur 6 hari, diambil menggunakan teknik purposive sampling yang kemudian diencerkan dengan NaCl 0,9 % sampai kekeruhannya setara dengan standar 0,5 McFarland yang kemudian ditanam dalam Saboraud Dextrose Agar yang mengandung kloramfenikol. Pada tiap cawan Petri ditambahkan larutan perlakuan. Perlakuan terhadap Microsporum gypseum dilakukan sebanyak 10 perlakuan. Kelompok 1 (K1) diberi etanol 70 % sebagai kontrol negatif, K2 diberi mikonazol 5 mg sebagai kontrol positif dan 8 perlakuan, K3 - K10 dengan menggunakan minyak atsiri rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) dengan konsentrasi berturut-turut 0,5 %, 1 %, 1,5 %, 2 %, 2,5 %, 3 %, 3,5 %, dan 4 %. Semua cawan Petri dimasukkan ke dalam inkubator dengan suhu 30o C selama 6 hari. Pada hari ke-4 cawan Petri diukur diameter zona hambatnya. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji Nonparametrik menggunakan uji Kruskall-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney menggunakan program SPSS for Windows release 16.0. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata diameter zona hambatan (K1) 6 mm, (K2) 24,4 mm, (K3) 27,2 mm, (K4) 23,5 mm, (K5) 25,3 mm, (K6) 22,7 mm, (K7) 23,1 mm, (K8) 21,14 mm, K(9) 21,14 mm, dan K(10) 19 mm. Hasil uji Kruskall-Wallis masing-masing kelompok perlakuan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Uji Post hoc Mann Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan semua kelompok perlakuan (p < 0,05). Simpulan penelitian: Minyak atsiri rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.) berefek antifungi terhadap Microsporum gypseum in vitro. Kata Kunci: Minyak atsiri rimpang lengkuas, antifungi, Microsporum gypseum