Abstrak


Potensi Antifungi Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Secara In Vitro


Oleh :
Afandi Dwi Harmoko - G.0008043 - Fak. Kedokteran

Afandi Dwi Harmoko, G.0008043, Tahun 2011. Potensi Antifungi Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Pertumbuhan Candida Albicans secara in Vitro. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi antifungi dari ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Metode Penelitian: Metode penelitian menggunakan eksperimental laboratorium. Subjek penelitian adalah biakan Candida albicans dan diambil secara random sampling. Penelitian ini menggunakan 11 kelompok perlakuan, yaitu etanol sebagai kontrol negatif, ekstrak kayu manis dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% dan 100%, serta fluconazole 25 μg sebagai kontrol positif. Penelitian diulang tiga kali untuk mengecilkan terjadinya bias. Cawan petri kemudian disimpan pada suhu kamar selama 24 jam dan diukur diameter zona hambat yang terbentuk. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Kruskall-Wallis dilanjutkan uji post-hoc Mann Whitney dengan menggunakan SPSS 17,0 for Windows. Hasil : Hasil analisis statistik dengan uji Kruskall-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kesebelas kelompok perlakuan (p < 0,05). Zona hambat yang dihasilkan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi. Kelompok kontrol negatif maupun positif menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan semua kelompok. Simpulan : Ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) menunjukkan zona hambatan terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro mulai konsentrasi 10% sampai 100%, namun zona hambatan yang ditimbulkan masih lebih kecil apabila dibandingkan dengan minyak atsiri kayu manis dan fluconazole 25µg/ml. Kata kunci : Potensi Antifungi, Ekstrak Kayu Manis, Candida albicans