Abstrak


Perbedaan Pengaruh Rasio Kerja Istirahat Dengan Metode Latihan Interval Anaerob Terhadap Peningkatan Prestasi Lari 100 Meter Ditinjau Dari Power Otot Tungkai (Studi Eksperimen pada Siswa Putra SMA Negeri 1 Suela, Lombok Timur)


Oleh :
Kurnia Taufik - A.12080902 - Pascasarjana

Kurnia Taufik. A.120809020. Perbandingan Pengaruh Rasio Kerja Istirahat Dengan Metode Latihan Interval Anaerob Terhadap Peningkatan Prestasi Lari 100 Meter Ditinjau Dari Power Otot Tungkai. Komisi Pembimbing I : Prof. Dr. Sugiyanto. Pembimbing II : Prof. Dr. Muchsin Doewes, dr., PFark., MARS., AIFO. TESIS. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Oktober 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh metode latihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:5 dan 1:10 terhadap peningkatan prestasi lari 100 meter, (2) perbedaan peningkatan prestasi lari 100 meter antara pelari yang memiliki power otot tungkai baik, power otot tungkai sedang dan power otot tungkai kurang, dan (3) pengaruh interaksi antara metode latihan interval anaerob dan power otot tungkai terhadap peningkatan prestasi lari 100 meter. Metode penelitian merupakan “eksperimen lapangan” dengan rancangan faktorial 2 X 3. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa putra Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Suela, Lombok Timur, sampel penelitian sebanyak 30 orang. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas; metode latihan Latihan Interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:5 dan 1:10, variabel terikat; peningkatan prestasi lari 100 meter, dan variabel atributif; power otot tungkai. Penelitian ini dilakukan 3 kali setiap minggu, selama 24 kali pertemuan bertempat Lapangan Suela dan Halaman Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Suela. Data prestasi lari 100 meter sebelum dan sesudah perlakuan dianalisis secara statistika dengan menggunakan Analisis Varians 2 jalur pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Ada perbedaan pengaruh metode latihan Interval Anaerob Rasio kerja istirahat 1:5 dan 1:10 terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter. Masing-masing; untuk metode latihan Interval Anaerob Rasio kerja istirahat 1:5 adalah 5 detik, metode latihan Interval Anaerob Rasio kerja istirahat 1:10 adalah 3,48 detik, (2) Ada perbedaan hasil peningkatan lari 100 meter antara yang memiliki kekuatan otot tungkai baik, sedang dan kurang. Masing-masing; untuk kelompok power otot tungkai baik adalah 2,01 detik, kelompok power otot tungkai sedang adalah 3,21 detik dan kelompok power otot tungkai kurang 3,26 detik, (3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara perbedaan rasio kerja: istirahat pada latihan interval anaerob dan power otot tungkai terhadap peningkatan prestasi lari 100 meter. Kata kunci: latihan interval anaerob rasio kerja istirahat 1:5 dan rasio kerja istirahat 1:10, power otot tungkai, prestasi lari 100 meter