Abstrak


Konsep Perencanaan Dan Perancangan Kompleks Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah Di Surakarta


Oleh :
Muhammad Syarif H. - I 0207065 - Fak. Teknik

Penyusunan konsep perencanaan dan perancangan Kompleks Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah di Kota Surakarta dilatar belakangi oleh beberapa hal sebagai berikut. Seni pertunjukan tradisional Jawa Tengah merupakan salah satu aset negara yang dapat memperkaya khasanah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan. Di balik menurunnya minat masyarakat terhadap kesenian tersebut masih ada masyarakat yang mencoba mempertahankannya dengan membentuk grup-grup kesenian. Kegiatan seni para seniman perlu didukung oleh suatu wadah kegiatan seni dalam bentuk Kompleks Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah dengan konsep kampung di dalamnya, yakni nuansa kesederhanaan, bebas, akrab, dan menyatu dengan alam. Kesederhanaan yang dimaksud adalah kesederhanaan dalam pentas dimana seni pertunjukan tradisional Jawa Tengah ditampilkan secara non formal dalam ruang-ruang sederhana sebagaimana mengulang kebiasaan pentas seni pertunjukan tersebut. Sebagai penunjang kegiatan seni maka Kompleks Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah dilengkapi dengan hunian-hunian seniman yang didesain sebagai respon terhadap karakter seniman yang bersahabat dengan lingkungan alam. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan Kompleks Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah adalah lokasi. Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang menjadi tujuan wisata seni dan budaya. Keberagaman peninggalan seni dan budaya di Surakarta mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Oleh karena itu, Kompleks Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah sangat sesuai dibangun di Surakarta. Seni pertunjukan tradisional Jawa Tengah tumbuh di lingkungan masyarakat Jawa Tengah dan sering dipentaskan di dalam maupun diluar bangunan Jawa sehingga alangkah baiknya jika Kompleks Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah dirancang dengan konsep arsitektur Jawa agar lebih kontekstual dengan kegiatan yang diwadahi di dalamnya. Selain itu, penerapan konsep arsitektur Jawa merupakan salah satu usaha untuk menjaga citra dan identitas Surakarta sebagai Kota Budaya. Tujuan dari penyusunan konsep perencanaan dan perancangan Kompleks Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah di Kota Surakarta yakni terwujudnya konsep perencanaan dan perancangan Kompleks Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah di Kota Surakarta sebagai wadah kegiatan seni dan kegiatan berhuni para seniman dalam suasana ruang yang bebas, alami, dan sederhana seperti suasana di suatu kampung berarsitektur Jawa. Sedangkan sasarannya antara lain: 1) Konsep kegiatan dan pelaku kegiatan; 2) Konsep kebutuhan, besaran, dan hubungan ruang; 3) Konsep lokasi dan site; 4) Konsep bentuk dan tata massa bangunan berarsitektur Jawa; 5) Konsep sistem struktur dan kontruksi bangunan; 6) Konsep sistem utilitas bangunan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan metode perencanaan dan perancangan yang dilakukan melalui beberapa prosedur mulai dari penelusuran masalah, pengumpulan data, pendekatan konsep perencanaan dan perancangan, hingga transformasi dan rancang bangun. Kata Kunci: Melestarikan, Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Tengah, Surakarta, Arsitektur Jawa, Kampung, Kesederhanaan.